Unduh Aplikasi

Jaksa Masih Tunggu Audit Kerugian Negara Kasus Korupsi Dana Desa Reusap Ara

Jaksa Masih Tunggu Audit Kerugian Negara Kasus Korupsi Dana Desa Reusap Ara
Mantan Keuchik Desa Reusap Ara, Bireun ditahan pihak Kejari Bireun. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kejaksaan Negeri Bireun menyatakan tengah menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara (PKN) dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dana desa Reusap Ara Bireun dengan tersangka mantan keuchik setempat berinisial JAS (29).

Kepala Kejari Bireuen M Junaedi melalui Kepala Seksi Intelijen Wisdom menyebutkan pihaknya telah menyurati inspektorat kabupaten Bireuen untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut.

"Untuk besaran kerugian negaranya masih menunggu hasil audit pihak inspektorat," kata Wisdom, Kamis (16/7).

Ia menyebutkan sejauh ini, penyidik telah memeriksa 23 orang saksi. Namun, belum ada penambahan tersangka baru.

"Hasil pemeriksaan masih satu tersangka," sebut Wisdom.

Wisdom menjelaskan penangganan kasus dugaan korupsi dana desa tersebut pihaknya telah melakukan pengumpulan data sejak akhir 2019.

Diawal tahun 2020, lanjut Wisdom penanganan kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan setelah ditemukan alat bukti atas dugaan korupsi penggunaan dana desa dan menetapkan mantan Keuchik Desa Reusap Ara, Kecamatan Jangka, Bireun sebagai tersangka.

Dari penyelidikan, ditemukan adanya penggunaan dana desa dari anggaran 2018 senilai Rp800 juta yang tidak sesuai mekanisme dan tidak dipertanggungjawabkan baik secara administrasi maupun secara fisik.

"Hasil perhitungan penyidik ada kerugian negara sebesar Rp296 juta. Bahkan ada pekerjaan fisik yang fiktif," sebut Wisdom.

Penyidik, kata Wisdom terus melengkapinya pemberkasan perkara, setelah keluarnya hasil audit penghitungan kerugian negara akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Semoga hasil auditnya bisa cepat keluar, selanjutnya akan kita serahkan ke pengadilan," pungkasnya.

Komentar

Loading...