Unduh Aplikasi

Jaksa Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Desa Matang Raya

Jaksa Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Desa Matang Raya
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Masyarakat Gampong Matang Raya, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon menyelidiki kasus korupsi dana desa di gampong tersebut sampai tuntas.

"Penyidik dari kejaksaan sudah memanggil sejumlah aparatur gampong untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi berdasarkan temuan inspektorat," kata salah seorang aparatur desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya itu, Selasa (5/11).

Menurut informasi yang diperoleh Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) penyidik kejaksaan sudah diserahkan kepada Camat Baktiya Barat, untuk disampaikan kepada keuchik bersangkutan.

Adapun temuan dugaan korupsi dan laporan fiktif oleh pihak Inspektorat diantaranya adalah terkait pajak tahun 2018 yang belum distor ke kas negara dengan nilai Rp 31,9 juta. Pajak pertambahan nilai Rp 25,1 juta, serta pajak penghasilan (PPh) sebesar 6,7 juta rupiah.

Selanjutnya temuan korupsi kegiatan pekerjaan saluran yang tidak sesuai dengan RAB, dari nilai pekerjaan Rp 54,5 juta, namun yang dipertanggungjawabkan Rp 28,7 juta.

Kemudian temuan penyertaan modal diduga fiktif senilai Rp 27 juta tidak disalurkan untuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Dalam laporan pertanggung jawaban disebutkan sudah disalurkan.

"Serta ada beberapa temuan lainya seperti pengadaan komputer dan baliho," ujarnya.

Camat Baktiya Tarmizi saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (5/11) siang mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima salinan LHP tersebut dari kejaksaan.

"Sejauh ini belum ada kordinasi dengan pihak kecamatan terkait temuan tersebut. Kita belum terima salinan terkait temuan dugaan korupsi itu," sebutnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Lhoksukon, Erni mengatakan sejauh ini terkait temuan adanya dugaan korupsi di gampong Matang Raya, Kecamatan Baktiya dirinya belum bisa berkomentar lebih jauh.

"Kita masih menunggu atensi dan perintah dari pimpinan setelah dilantik dulu," kata Erni kepada AJNN.

Menurutnya terkait temuan Inspektorat adanya kerugian negara dimana tembusannya turut diserahkan ke Kejaksaan.

Saat ditanya sejauh mana perkembangan kasus tersebut, dia mengaku pihaknya terlebih dahulu akan kembali mempelajari seluruh dokumen tersebut dalam forum rapat nanti.

"Kita pelajari dulu, apakah dugaan itu ada merugikan negara apa tidak. Si penerima manfaat ada ambil untung apa tidak," jelasnya.

Salah seorang warga desa setempat Muhktar menyebutkan, sejauh ini warga belum mengetahui perkembangan kasus tersebut.

"Kita berharap kepada pihak Kejari agar menyelidiki dan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum aparatur desa tersebut," harapnya.

Meski beberapa aparatur desa sudah sempat dipanggil pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan. Namun belum ada kejelasan dan kepastian hukum terhadap oknum tersebut.

"Kemungkinan dalam waktu dekat kami akan sambangi kantor kejaksaan, guna menanyakan perkembangan terkait kasus tersebut," pungkasnya.

Komentar

Loading...