Unduh Aplikasi

Jaksa Agung Kaget, Pembobol Dana Bank Mandiri Rp1,8 Triliun Melenggang Bebas

Jaksa Agung Kaget, Pembobol Dana Bank Mandiri Rp1,8 Triliun Melenggang Bebas
Jaksa Agung HM Prasetyo. Foto: RRI

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) membebaskan 7 terdakwa kasus pembobolan Bank Mandiri senilai Rp 1,8 triliun. Hal itu dilakukan seiring MA menolak kasasi jaksa atas 7 terdakwa kasus tersebut

Persidangan di tingkat kasasi, menurunkan lima hakim agung untuk mengadili mereka. Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Andi Samsan Nganro. Sedangkan anggotanya ialah Krisna Harahap, Abdul Latief, Suhadi, LL Hutagalung, dan Krisna Harahap.

Jaksa Agung HM Prasetio kaget sekaligus kecewa atas putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi dari jaksa Penuntut Umum dan membebaskan para terdakwa kasus korupsi Bank Mandiri senilai 1,8 triliun yaitu Surya Baruna Commercial Banking Manager Bank Mandiri Bandung, Teguh Kartika Wibowo Senior Credit Risk Manager Bank Mandiri Bandung, Frans Eduard zandstra Senior Relation Manager Bank Mandiri Bandung, Totok Sunarto Komite Pemutus Tingkat Pertama Bank Mandiri, dan Poerwitono Poedji Wahjono Wholesale Credit Risk Head-WCK Bandung, serta para penikmat kredit Bank Mandiri Roni Tedi dan Juventius.

"Secara formal kita belum menerima salinan putusan tersebut Saya kaget kalau misalnya betul di tolak karena keyakinan kami jaksa penuntut umum itu perkara voltooid sudah. bagaimana tidak pengajuan tambahan kredit tapi didukung oleh jaminan yang fiktif kemudian peruntukan dari kredit itu sendiri tidak sesuai apa yang diajukan jadi banyak hal kita nilai penyimpangan penyimpangan disana sehingga negara di rugikan lebih dari 1,4 triliun jadi kalau ditolak agak kaget itu," ungkap Jaksa Agung pada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta Jumat (4/10).

Baca: MA Bebaskan 7 Terdakwa Korupsi Bank Mandiri Rp 1,8 Triliun

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu putusan Mahkamah Agung tentang penolakan kasasi yang diajukan pihak Kejaksaan.

"Nanti kita akan pelajari kalau betul di tolak alasan penolakannya apa tapi jaksa penuntut umum tetap yakin bahwa kejahatan korupsi di lingkungan bank Mandiri cabang Bandung itu sendiri oleh seorang pengusaha itu Voltooid Menurut Jaksa Penuntut Umum.

Dikatakan Jaksa Agung pihaknya belum tahu alasan penolakan dan baru mendengar kabar ini dari media .

"Kita belum tahu persis seperti apa situasi dan suasana di persidangan di mahkamah agung bagaimanapun kita belum menerima ini kan baru mendengarkan informasi kita kaget kita terus terang kaget kalau itu ditolak," pungkasnya.

Komentar

Loading...