Unduh Aplikasi

Jago Lobi dan Upeti

Jago Lobi dan Upeti
ilustrasi: empty gate zen centre

MESKI dibantah, Syahrial Fauzar alias Fauzan sulit berkelit untuk menyembunyikan kabar kerusuhan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, tempat dia bekerja, beberapa waktu lalu.

Fauzan adalah Kepala Seksi Pengadaan Sarana dan Prasarana di Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Menurut dia, tidak ada kericuhan yang melibatkan dirinya dan seorang kontraktor bernama Sayuti. Meski versi berbeda mengungkapkan hal berlawanan.

Seperti kisah kericuhan yang terjadi di banyak dinas, kejadian kali ini dipicu oleh ketidakpuasan satu pihak kepada pihak lain. Sayuti merasa berhak menanyakan kepastian proyek di dinas itu untuk dia kerjakan setelah menyetorkan sejumlah uang.

Urusan setor menyetor untuk mendapatkan paket pekerjaan di dinas-dinas, di Pemerintah Aceh atau di kabupaten dan kota sudah menjadi kelaziman. Ada banyak cerita dalam urusan suap menyuap ini.

Kontraktor menganggap hal ini sebagai sebuah keharusan. Uang ini seperti lebih mirip dengan perjudian. Mereka yang beruntung akan mendapatkan pekerjaan. Namun bagi yang apes, syukur-syukur mereka tidak mendapatkan kerjaan lain dari proyek berbeda.

Banyak kontraktor yang mengungkapkan kejadian ini ke ranah publik. Di media sosial atau media massa. Namun tak sedikit yang memilih bungkam. Mereka berharap tetap dipandang baik oleh oknum pegawai yang menentukan pemenang sebuah paket pekerja untuk mendapatkan proyek pengganti di waktu lain.

Paket pekerjaan dengan mekanisme penunjukan langsung memang menggiurkan. Di Pemerintah Aceh, jumlah paket seperti ini mencapai ribuan jenis. Mereka yang ikut tidak perlu menawarkan harga bersaing. Karena dalam proyek ini, penyedia cukup memilih penyedia yang mampu dan melakukan negosiasi. Deal, penyedia bekerja dan mendapatkan bayaran.

Para kontraktor pun terpaksa menyesuaikan diri. Termasuk dalam melobi atau bahkan menyuap. Mereka yang tak mengikuti arus, harus tersingkir atau mencoba usaha lain yang jauh dari pekerjaan di pemerintahan. Pada akhirnya, para pelobi dan pemberi upeti yang mampu bertahan. Minimal, mereka memiliki backing kuat buat modal menakut-nakuti pegawai negeri nakal.

Komentar

Loading...