Unduh Aplikasi

Jadi Tersangka Akibat Nikah Tanpa Izin, Kakek 73 Tahun Ajukan Praperadilan Polda Aceh

Jadi Tersangka Akibat Nikah Tanpa Izin, Kakek 73 Tahun Ajukan Praperadilan Polda Aceh
Nourman dan Syahrul kuasa hukum Maimun Hasyem ajukan praperadilan. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Seorang kakek berusia 73 tahun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Aceh kasus tindak pidana pernikahan tanpa ijin dan penelantaran keluarga.

Nourman Hidayat kuasa hukum pemohon mengatakan kliennya atas nama Maimun Hasyem ditetapkan tersangka atas tindak lanjut laporan istri keduanya yang dinikahi secara siri di Binjai Timur, Sumatera Utara pada Oktober 2001 lalu.

Pengacara Nourman Hidayat dan Syahrul juga mempertanyakan alat bukti yang cukup dalam kasus ini sehingga kliennya itu ditetapkan tersangka.

"Kami mempertanyakan alat bukti berupa akta nikah yang dijadikan bukti oleh penyidik Polda Aceh menetapkan kliennya tersangka," kata Nourman, Senin (3/5).

Menurut Nourman, buku nikah yang dijadikan penyidik sebagai alat bukti yang dibuat oleh istri siri pemohon adalah palsu. Kliennya tidak pernah mengurus akta nikah bersama istri keduanya itu.

"Buku nikah itu dibuat oleh istri sirinya, klien kami tidak pernah mengurus izin apapun termasuk izin poligami," ucapnya.

Dari dokumen kutipan akta nikah itu, kata Nourman, pihaknya juga menemukan pemalsuan identitas diantaranya nama ibu kandung pemohon, tahun lahir pemohon, alamat domisili orang tua pemohon, alamat domisili pemohon yang tidak sesuai.

"Pemohon disebutkan lahir pada 1964, padahal klien kami lahir pada 1948. Statusnya diubah menjadi perjaka padahal Maimun Hasyem sudah menikah. Begitu juga alamat dari Aceh Besar dibuat menjadi Kabupaten Deli Serdang," ujarnya.

Penyidik Polda Aceh, kata Nourman, menetapkan Maimun Hasyem sebagai tersangka atas identitas palsu yang dilaporkan istri siri kasus penelantaran keluarga. Oleh karenanya, surat apapun yang dijadikan alat bukti tidak sah dan tidak berkekuatan hukum tetap.

"Kita pernah sampaikan hal ini ke penyidik, bahwa istri sirinya berinisial BTL bukan istri sahnya. Pemohon pernah menyampaikan bahwa selama 16 tahun menyembunyikan istri sirinya itu dari pengetahuan istri sahnya. Namun klien kami tetap dijadikan sebagai tersangka," katanya.

Selain menetapkan tersangka, lanjut Nourman, Maimun Hasyem diusianya sudah lanjut itu juga ditahan penyidik.

"Tersangka juga sering sakit-sakitan selama ini," ujarnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta majelis hakim yang memeriksa perkara ini agar penetapan pemohon sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Aceh tidak sah dan tidak berlandaskan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Selain itu, meminta hakim memerintahkan termohon dalam hal ini penyidik Polda Aceh menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan terhadap penetapan tersangka Maimun Hasyem.

"Memulihkan hak pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," imbuh Nourman.

HUT Pijay

Komentar

Loading...