Unduh Aplikasi

Izin Tinggal Berakhir, Imigrasi Meulaboh akan Deportasi 18 WNA China

Izin Tinggal Berakhir, Imigrasi Meulaboh akan Deportasi 18 WNA China
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Kantor Imigrasi Kelas II B Non TPI Meulaboh menyita 18 paspor milik Warga Negara Asing (WNA) asal China yang selama ini bekerja di pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4, lantaran telah habis izin tinggal.

Kepala Seksi Wasdakim, Kantor Imigrasi Kelas II B Meulaboh, Iskandar, mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya ada 29 WNA asal China yang bekerja disana, di mana di Meulaboh Power Generation (MPG) berjumlah 5 orang, Central berjumlah 6 orang, dan sisanya bekerja di dua perusahaan yang merupakan Sub Kontrak dari Tianjin.

Namun dari 29 tersebut, kata dia, pihaknya menemukan 18 WNA asal China tersebut yang izin tinggalnya yang melebihi izin tinggal sehingga terpaksa di deportasi.

“Kondisi ril dilapangan belum ada penerbangan baik ke Thailand maupun Hongkong. Untuk diketahui, Hongkong, sampai saat ini itu pegang paspor China, tidak dibolehkan masuk dalam kondisi Covid ini,” kata Iskandar.

Kata Iskandar, saat ini yang direkomendasikan untuk dideportasi merupakan WNA yang selama ini bekerja di dua perusahaan dibawah sub kontrak Tianjin yang berjumlah 18 orang tersebut.

Disebutkannya, jika penerbangan telah dibuka kembali untuk luar negeri, maka pihaknya akan langsung melakukan deportasi 18 WNA itu.

Menurutnya selama ini keberadaan para WNA asal China tersebut di PLTU 3 dan 4 secara visa kunjungan hanya untuk melakukan survey kegiatan yang akan mereka lakukan setelah kontrak kerja dengan perusahaan rekanan pelaksana pembangunan.

“Untuk izin tinggal tidak ada masalah, kita juga sudah ada aturan. Mereka visa kunjungan untuk melihat apa kerja mereka nantinya jika kontrak kerja dengan perusahaan berlaku,” sebutnya.

Komentar

Loading...