Unduh Aplikasi

Istri TNI di Aceh Utara Nyaris Diperkosa

Istri TNI di Aceh Utara Nyaris Diperkosa
HS, pelaku percobaan pemerkosan terhadap istri TNI saat diamankan di Mapolres Aceh Utara. Foto: Ist

ACEH UTARA - M (33), ibu rumah tangga (IRT) yang merupakan istri seorang TNI hampir menjadi korban perkosaan yang dilakukan oleh pria tak dikenal di tengah jalan.

Korban yang sedang melaju menggunakan sepeda motornya di Gampong Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (26/11), tiba-tiba langsung dihadang seorang pria berinisial HS (22). Dengan cara paksa, pria tersebut mencoba melakukan pemerkosaan terhadap perempuan itu.

"Kejadiannya sekira pukul 11.00 WIB, korban berencana menjemput anaknya di sekolah, di tengah perjalanan korban dihadang oleh pelaku, dan langsung melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Adhitya Pratama.

Adhitya Pratama menyebutkan, korban merupakan istri seorang TNI Brigif 25/Siwah. Pada saat kejadian, pelaku langsung menjatuhkan sepeda motor korban ke pinggir jalan.

"Antara korban dan pelaku sempat terjadi perlawanan dengan memukul pelaku dengan helm sambil menjerit minta tolong," jelasnya.

Jeritan korban sempat terdengar oleh salah seorang warga dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Melihat ada orang yang datang, pelaku langsung melepaskan korban dan melarikan diri.

"Melihat ada yang datang pelaku kabur langsung kabur ke semak-semak perkebunan sawit tidak jauh dari lokasi," ujarnya.

Tidak lama kemudian, kata Adhitya, keadaan di disekitar lokasi menjadi heboh. Personil TNI Brigif 25/Siwah dibantu warga setempat langsung mencari pelaku dari persembunyiannya.

"Selang lima jam kemudian pelaku ditemukan sedang bersembunyi di semak- semak batang pohon sawit, dan langsung diamankan," kata Adhitya Pratama.

Adhitya menambahkan saat ini pelaku HS sudah diserahkan ke Polres Aceh Utara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Dari pemeriksaan awal terhadap pelaku, dirinya nekat berbuat hal tersebut karena dipicu hasrat menggelora karena sering nonton video porno.

"Melihat korban yang melintas sendirian di jalan yang sepi lalu timbul niat jahat untuk melampiaskan hasratnya," sebut Adhitya.

Akibat perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 48 Jo Pasal 46 Qanun Aceh No 6 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman 175 bulan kurungan ditambah hukuman cambuk.

Komentar

Loading...