Unduh Aplikasi

Istri Gubernur Aceh Buka Gebyar Seni Islami

Istri Gubernur Aceh Buka Gebyar Seni Islami
Unnamed
BANDA ACEH - Bunda PAUD Aceh , Hj Niazah A Hamid, Kamis (22/10) pagi, membuka secara resmi Gebyar Pendidikan Islami dan Pentas Seni Kreativitas Anak Usia Dini, di Museum Aceh, Banda Aceh.

Pembukaan pentas seni bertajuk ‘cerdas, kreatif dan berakhlak mulia’ ini ditandai dengan pemukulan rebana. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars bunda PAUD yang sekaligus diiringi dengan penyerahan piala bergilir kepada panitia pelaksana.
Didampingi Hj Marlina Usman, Niazah yang mengenakan seragam berwarna orange kombinasi biru pink, turut memperagakan teknik dasar mewarnai diatas lukisan kanvas berukuran besar.

“Anak-anak, memegang kuasnya jangan terlalu kaku yaaa,” sebutnya, disambut tawa lepas hadirin.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan objek wisata Museum Aceh ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Dardjo, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh HM Ali Alfata, perwakilan unsur Forkopimda Aceh, pejabat Kanwilkemenag Aceh, Ketua dan Sekretaris Pokja Bunda PAUD Aceh, Hj Marlina Usman, Hj Syamsiarni, Hj. Mauizah Wahab, perwakilan Bunda PAUD daerah, guru-guru PAUD dan tamu undangan lainnya.

Niazah A Hamid atau yang akrap disapa Ummi Niazah, berharap kegiatan gebyar seni islami dapat memotivasi anak usia dini agar mereka lebih mengenal dunia pendidikan dan Agama Islam. Ajang kreativitas yang berlangsung meriah ini juga dinilai sebagai wahada pembentukan sikap, mental, perilaku dan akhlak sesuai dengan nilai-nilai agama islam dan tingkat perkembangan psykologis anak usia dini.

“Semakin awal pendidikan dan seni agama islam ditanamkan pada anak, Insya Allah hasilnya akan lebih baik,” terang Ummi Niazah, yang juga istri Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.

“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media dakwah dalam mendorong anak kita untuk unggul dalam berkompetisi, memiliki semangat persaudaraan dan jiwa sosial yang tinggi sebagaimana yang diajarkan dalam Islam,”imbuh sang Ketua Dekranasda Aceh ini.

Dalam sambutan singkatnya, Ummi Niazah juga menekankan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama dalam merangsang pertumbuhan jasmani dan rohani.

Ummi Niazah, yang tampil dengan senyuman ramah, dalam kesempatan itu juga mengajak kerja keras semua pihak untuk mendorong agar PAUD terus dikembangkan hingga ke kawasan terpencil.

“Sehingga anak-anak Aceh usia 0 hingga 6 tahun bisa mendapat pendidikan, hal ini penting saya sampaikan, sebab tujuan pendidikan PAUD adalah agar anak tumbuh dan berkembang secara berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar,” ujar Niazah.

Pemerintah Aceh, kata Ummi Niazah, terus berupaya agar program PAUD bisa dilaksanakan merata sampai ke seluruh pelosok desa.

“Sehingga semua anak-anak kita berkesempatan mendapatkan pembelajaran dan mengasah dirinya sejak dini. Dari tahun ke tahun jumlah anak-anak Aceh yang memperoleh layanan PAUD terus meningkat. Tapi kita jangan berpuas diri, sebab masih ada sekitar 60 persen lebih anak-anak Aceh di usia itu yang belum memperoleh layanan PAUD terutama yang tinggal di kawasan pedesaan,”pungkas Ummi Niazah.

|SP

Komentar

Loading...