Unduh Aplikasi

Istri DPO Pemilik Bengkel Senjata di Aceh Utara Tak Kooperatif

Istri DPO Pemilik Bengkel Senjata di Aceh Utara Tak Kooperatif
Rumah Tersangka AZ di Desa Meunasah Geudong, Kecamatan Baktya. Foto: Ist

ACEH UTARA - Rumah yang ditempati AZ (40) yang diduga dijadikan bengkel senjata api rakitan di Desa Meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, terlihat lenggang dan sepi. Tiada aktivitas apapun di rumah semi permanen yang diberikan garis polis line itu.

Rumah berukuran 8x12 tersebut adalah milik AZ (40) yang ditempati bersama keluarganya. AZ merupakan tersangka yang saat ini jadi buronan polisi atas kasus penganiayaan terhadap IQ (22) yang masih satu desa dengannya. Saat hendak ditangkap AZ berhasil kabur dari sergapan petugas.

Baca: Polisi Temukan Bengkel Senjata Api di Aceh Utara

Sewaktu dilakukan pengejaran, AZ lari dari jendela belakang rumahnya dengan mengenakan kain sarung. Ditangannya terlihat adanya bungkusan plastik putih. Polisi sempat mengeluarkan tembakan tapi tak berhasil menangkapnya.

Petugas lantas mencari keberadaan plastik tersebut dengan menyisir semak-semak di belakang rumahnya. Plastik itu kemudian ditemukan disela –sela pohon pandan belakang rumah tersebut.

“Rumahnya sudah kita pasang garis polisi. Istri bersama anaknya sekarang tinggal di rumah mertuanya (ibu kandung istri AZ) yang berada persis di belakang AZ. Rumah itu sudah dalam pengawasan polisi,” kata Kapolsek Baktiya, Iptu Suparyo kepada wartawan.

Penangkapan tersangka AZ pada Selasa (26/9) lalu Polsek Baktiya dibantu personel Polres Aceh Utara terus memburu keberadaan tersangka.

Setelah mendapatkan berbagai informasi, dugaannya AZ sudah keluar dari Aceh Utara dan melarikan diri ke arah timur (Medan).

“Sudah kita periksa saksi seperti istrinya. Namun belum bisa mengarah untuk keperluan apa senjata rakitan itu dibuat termasuk narkoba jenis sabu yang kita dapatkan,” sebut Suparyo.

Suparyo menyebutkan istri AZ, tidak kooperatif saat diminta keterangan oleh petugas. Istrinya tampak seperti menutupi aktivitas suaminya di rumah setiap hari kepada petugas.

“Istri tersangka sangat tertutup. Sewaktu kita mintakan keterangan dia malah banyak menutupi informasi terhadap suaminya itu. Istrinya itu tidak kooperatif,” sebutnya.

Selain memeriksa istri tersangka polisi juga telah memeriksa tiga saksi lainnya namun bukan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan narkoba.

Jika tertangkap, dia terjerat tiga kasus yakni penganiayaan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan ringan, UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun.

Diberitakan sebelumnya, penemuan tempat perakitan senjata itu terjadi saat petugas melakukan penangkapan terhadap AZ (40), warga Desa Meunasah Geudong, Baktiya dalam kasus penganiayaan terhadap IQ (22) warga setempat namun dia (AZ) lolos dari kejaran petugas.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...