Unduh Aplikasi

ISMI Aceh Barat Dorong Wilayah Pertambangan Rakyat

ISMI Aceh Barat Dorong Wilayah Pertambangan Rakyat
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Amiruddin, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membangun wilayah pertambangan rakyat (WPR). Menurut Amir, pentingnya WPR guna mencegah hasil bumi di Aceh Barat dikelola penuh oleh investor.

Amir menjelaskan, saat ini Aceh Barat memiliki kandungan mineral batubara yang diperkirakan mencapai 1,5 miliar matrix ton. Jika dihitung dengan harga jual saat ini, ada sekitar Rp 700 triliun.

"Sumber kekayaan alam kita saat ini dirampok oleh orang luar. Karena kenapa? Kita tidak pintar mengelolanya," kata Amir, kepada AJNN.

Lanjutnya, ini tidak bermaksud melarang investor masuk ke Aceh khususnya ke Aceh Barat. Namun, pemerintah harus membagi jumlah lahan tambang yang dikuasai oleh investor dan masyarakat.

Terkait WPR, kata dia, pemerintah membentuk kelompok dan membangun koperasi rakyat untuk mengelola wilayah tambang. Sedangkan untuk penjualan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat mengambil peran.

"Misalnya WPR diberikan lahan 30 persen diwilayah tambang. Contoh jika ada lahan tiga ribu hektar, warga dapat seribu hektar. Lalu nanti dibentuk koperasi dibawah kendali rakyat. BUMD menjadi pemasaran batubara itu. Aturan ESDM mengizinkan WPR kok," jelasnya.

Ditambahkannya, sebesar apapun kandungan hasil tambang batubara di Aceh Barat, tidak akan membawa kesejahteraan masyarakat, jika semua hasil tambang batubara diserahkan dan dikelolah investor.

Apa yang diperoleh Pemkab Aceh Barat dari hasil tambang saat itu, sebut Amir, tidak seberapa dibandingkan dengan keuntungan dari hasil alam yang diperoleh oleh investor.

"Jadi dengan adanya WPR, berapa banyak tenaga kerja baru akan terserap dan siapa yang menikmati. Ini harus dihitung oleh pemerintah antara yang dikelola investor dan masyarakat," sebutnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...