Unduh Aplikasi

JEJAK DIGITAL

Irwandi, Shark Aero dan APBA

Irwandi, Shark Aero dan APBA
Gubernur Irwandi Yusuf bersama pesawat pribadinya. Foto: Humas Aceh

BANDA ACEH - Irwandi Yusuf mengumumkan dirinya sebagai dialer pesawat Shark Aero untuk Indonesia dengan merincikan harga dan jumlah angsuran.

"Shark Aero. Dealer untuk Indonesia: Aceh Aero Club. Hubungi Irwandi Yusuf. Harga Shark Aero tahun 2016 mulai Uero 110.000. 1 Uero= 14.800 Rupiah," begitu status facebook Irwandi Yusuf pada 3 Oktober 2015 dengan mengunggah video dirinya dalam pesawat.

Status Facebook Irwandi Yusuf

Beberapa bulan kemudian tepatnya pada 29 Januari 2016 Irwandi kembali mengunggah status yang berhubungan dengan pesawat Shark Aero. Kali ini dia mengunggah fotonya bersama Vladimir Pekar, pemilik pabrik pesawat sport Shark Aero yang sedang berada di Aceh.Unggahan dilaman facebooknya itu seolah memperkuat statusnya sebagai dealer pesawat.

Status Facebook Irwandi Yusuf

"Katanya (Vladimir), kalau pesawat yang ada ditangan saya sekarang laku maka dia akan menambah dua pesawat lagi untuk display dan quick sale. Heck deh bak tapeulagot pesawat (Capek deh menjual pesawat). Banyak anak muda di Aceh yang mampu beli mobil yang lebih mahal dari pesawat, tapi kenapa tidak beli pesawat, pasti karena terkendala dalam memilotinya, Ek jibloe hanjet jipupoe (sanggup beli enggak sanggup terbangkan," tulis Irwandi.

Sebagai dealer Pesawat Shark, Irwandi terus berupaya menjual pesawat, pada 28 Januari 2018 Irwandi kembali mempromosikan pesawat Shark Aero di laman facebook dengan menggunggah video dalam pesawat dan merincikan klasifikasi Shark Aero. Kala itu Irwandi belum terpilih kembali sebagai Gubernur Aceh. Irwandi terpilih menjadi Gubernur Aceh dengan perolehan 898.710 suara pada Pilkda 15 Februari 2017 dan dilantik pada 5 Juli 2017.

Status Facebook Irwandi Yusuf

Dua bulan setelah status itu tepatnya 10 April 2017, Irwandi (saat itu gubernur tepilih) mengumumkan di laman facebooknya bahwa akan ada lima pesawat Shark terbang di angkasa Aceh tahun depan (2018) dengan mengunggah foto-fotonya saat berada di pabrik Shark Aero di Senica Slovakia bersama Lukman CM dan beberapa orang lainnya.

Status Facebook Irwandi Yusuf

Baca: Irwandi, Shark Aero dan Lukman CM

Beberapa bulan setelah Irwandi dilantik, Pemerintah Aceh mengusulkan Rp 10 miliar untuk panjar pembelian enam pesawat melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017. Usulan itu kemudian dibatalkan oleh DPRA setelah ramai dikritik publik. Namun DPRA mengalokasikan 1 miliar untuk untuk tim pengkaji rencana pembelian pesawat.

Baca: Panjar Pesawat Rp 10 Miliar, Gaji Guru Honor Rp 15 Ribu Perjam

Di laman facebooknya tanggal 20 September 2017 Irwandi menjelaskan alasan pemebelian Pemerintah Aceh mengusulkan pembelian pesawat itu. Menurutnya Aceh mempunyai perairan laut yang sangat luas. Tiga sisi Aceh berbatasan dengan laut. Laut Aceh banyak dihuni oleh ikan-ikan yang sangat mahal. Banyak kapal pencuri ikan datang ke perairan Aceh untuk menguras hasil laut Aceh. Ikan di laut Aceh habis bukan karena ditangkap oleh nelayan Aceh, tetapi habis karena dicuri oleh nelayan illegal yang datang dari mancanegara. Kerugian mencapai puluhan triliun setiap tahun.

Status Facebook Irwandi Yusuf

"Kamla dan angkatan laut tidak mampu mengawal laut kita. Kira memerlukan patroli laut yang masif, cepat, dan murah. Kita perlu pesawat udara yang dilengkapi dengan alat penjejak kapal penangkap ikan illegal. Harga pesawat itu hanya Rp 2 miliar/unit. Kita perlu 6 unit," tulis Irwandi dalam status facebooknya itu,

Baca: GeRAK Aceh Kritik Mekanisme Pengusulan Anggaran Pembelian Pesawat

Ia menjelaskan membuat pesawat terbang itu tidak selesai dalam satu tahun. Apabila diorder 2017, akhir tahun 2018 baru selesai. Saat order harus membayar bayar panjar 30 persen. Tidak ada panjar tidak ada pesawat.

"Jadi kalau kita order tahun ini, kita harus bayar panjar sekitar Rp 4.5 M untuk 6 pesawat. Pilot yang kita sekolahkan ada 15 orang. Alat VMS ada pada ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan)," jelasnya

Apabila Aceh berhasil menghalau separuh saja dari kapal pencuri ikan, kata Irwandi, maka triliunan rupiah kekayaan laut Aceh terselamatkan oleh kegiatan patroli enam unit pesawat terbang Aceh yang total harganya Rp 12 M untuk semua pesawat. Bahkan pesawat-pesawat ini juga bisa dipakai untuk melacak perahu penyeludup sabu-sabu di Selat Malaka.

Baca: Pakar Aceh Nilai Pembelian Pesawat Program Aneh

"Disamping itu, pengadaan boat-boat patroli cepat bersenjata juga perlu dilakukan untuk bertindak langsung di lautan setelah menerima info dari patroli udara. Tetapi anggota DPRA mengkritiknya," ujarnya.

Pada 26 September 2017 Irwandi di laman facebooknya menjelaskan tentang spesifikasi dan biaya operasional pesawat tipe Shark Maritim yang ingin dibeli Pemerintah Aceh.

Speks:Mesin piston 4 tak 1000 cc. Seat tandem, kontrol hotas (hand on throttle and stick) spt konfigurasi F16, cockpit full digital, berat kosong 320 Kg, berat maksimum take off 600 Kg, kecepatan max 370 km/h, kecepatan jelajah maks 300 km/h, kecepatan jelajah ekonomi 240 km/h, ketinggian terbang 2 meter - 3000 meter diatas air laut.Isi tangki bb 150 liter pertamax 92. Daya tahan terbang tanpa henti 8 jam (1.900 km)," tulis Iwandi

Status Facebook Irwandi Yusuf

Kemudian Irwandi menyebutkan biaya operasional yang dibutuhkan pertahun sebesar Rp 167.970.000 dengan merincikan berbagai kebutuhan mulai dari biaya perawatan, BBM, oli asuransi samapai aqua untuk pilot dan kru. Pada 19 Desember 2017, Irwandi membawa Kadis Perhubungan, Kepala Bappeda dan Kepala ULP ke Slovakia. Kunjungan dalam rangka membahas kerjasama kemungkinan pembelian pesawat untuk pengawasan illegal logging dan illegal fishing di wilayah Aceh.

Baca: Pulang dari Qatar, Gubernur Aceh Kembali Berangkat ke Slovakia

Pada 21 Desember Irwandi menunggah video di laman facebooknya yang diberi judul Proyek Sentrifugasi Pak Joel Kadishub di Slovakia, dia menceritakan kondisi kadis perhubungan usai menumpangi pesawat.

Status Facebook Irwandi Yusuf

" Pilot: Apakah bapak ini (Pak Jol) seorang penerbang?. Saya: ya, dia pensiunan pilot tempur TNI-AU. Pilot: Ok, akan saya beri dia 2-4 G. Setelah landing dan turun dari pesawat, Pak Joel kelihatan lebih ganteng dari sebelumnya karena menjadi lebih putih. Pak Joel: uek uek dan kabur ke toilet." tulis Irwandi mengisahkan.

Dokumen AJNN

Berdasarkan dokumen KUA-PPAS APBA 2018 yang diperoleh AJNN, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh mengusulkan dua unit pesawat untuk pengawasan illegal fishing dan illegal logging dengan total anggaran Rp 16 miliar.

Komentar

Loading...