Unduh Aplikasi

Irwan Djohan Nilai PNA Lebih Tepat untuk Dampingi Nova Iriansyah

Irwan Djohan Nilai PNA Lebih Tepat untuk Dampingi Nova Iriansyah
Foto: Ist

BANDA ACEH - Nova Iriansyah resmi dilantik menjadi Gubernur Aceh oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat paripurna istimewa DPR Aceh, pada Kamis (5/11) lalu.

Setelah dilantiknya sebagai Gubernur Aceh, posisi Wakil Gubernur Aceh yang dulu dijabat Nova Iriansyah menjadi perbincangan publik di Aceh, siapa sosok yang nantinya mendamping Nova Iriansyah dengan sisa masa jabatan 2017-2019.

Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) T Irwan Djohan saat dihubungi AJNN mengaku, sosok Wakil Gubernur yang akan mendapingi Nova Iriansyah lebih tepat berasal dari keluarga besar Partai Nanggroe Aceh (PNA) sebagai partainya mantan Gubernur Irwandi Yusuf.

"saya kira lebih tepat dan lebih etis kalau yang mendamping Gubernur Aceh, yang berasal dari keluarga PNA, bisa Darwati A. Gani yang merupakan istri Irwandi Yufus dan sosok politisi dekat dengan masyarakat, ada M Zaini Yusuf adik kandung Irwandi sosok politisi juga, ada ananya Meutuah Agam, dan bisa juga dari  PNA Samsul Bahri serta  Irwansyah," kata Irwan Djohan, di Banda Aceh, Senin (9/11).

Terkait Partai Daerah Aceh (PDA) yang mengusulkan ketua umumnya sebagai calon wagub, menurut Irwan Djohan, sah-sah saja selaku partai pengusung Irwandi-Nova saat pemilihan kepala daerah pada tahun 2017.

"Tapi kalau pantas dari segi aturan hukum  yang berlaku di indonesia ya partai pengusung, bisa jadi dari PKB, PDA, dan PDI-P juga bisa saja, meskipun tidak ada kursi di DPRA tapi termasuk partai pendukung," tutur Irwan Djohan.

Politis Partai NasDem ini menilai, jika posisi wagub bertujuan kestabilan politik dan pemerintahan, mungkin para politisi dari Partai Aceh layak untuk dipertimbangkan.

Sebab, PA merupakan parpol pemenang Pemilu dengan jumlah kursi terbesar di parlemen Aceh. 

"Bisa juga dari partai lain, dan tentu jika mendapatkan restu dari partai pengusung," ungkapnya.

Lanjutnya, jika pemilihan wagub Aceh masih mungkin dilaksanakan oleh DPRA dalam waktu yang sudah singkat, ia meminta agar publik mengawasi terjadinya praktik beli suara itu

"Yang juga harus disorot oleh publik adalah kemungkinan terjadinya praktik money politic, berupa siraman uang, itu akan disiram ke minimal 41 orang Anggota DPRA untuk memperoleh dukungan suara mayoritas di parlemen yang berjumlah 81 orang," tutur Irwan Djohan.

Komentar

Loading...