Unduh Aplikasi

Ironi Pejuang Demokrasi

Ironi Pejuang Demokrasi
ilustrasi.

APA yang dilakukan Relawan Pejuang Demokrasi terhadap Dandy Dwi Laksono memang berlebihan. Sebagai seorang politikus yang dibesarkan oleh partai demokrasi, menjawab kritik Dandy kepada Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia, dengan melaporkannya atas tuduhan penghinaan sulit diterima akal sehat.

Apa yang disampaikan Dandy dalam tulisannya bukanlah hal berlebihan. Makian atau cacian yang lebih keras mungkin sering terdengar di warung-warung kopi. Tapi tapi itu semua bukan untuk membenci Megawati atau Aung San Suu Kyi, penerima Nobel asal Myanmar yang dituding melindungi pembantaian bermotif ras di negerinya.

Yang dikritik adalah sikap. Sama seperti orang yang tak suka minuman yang terlalu manis. Dia akan mengingatkan si pembuat minuman untuk tidak melebihkan takaran gula di dalam gelas. Dengan demikian, minuman yang disajikan benar-benar pas di lidah. 

Kritik adalah bagian penting dari perkembangan demokrasi bangsa ini. Lihat saja bagaimana Orba membungkam para pengkritik, alih-alih menjadi lebih baik, hal ini malah mendorong masyarakat yang muak untuk bergerak bersama menumbangkan rezim tersebut.

Kasus-kasus seperti ini memang hampir sulit diatasi. Dan kunci penyelesaian kasus Dandy ini ada kepolisian. Lembaga ini harus lebih bijaksana dalam menerima laporan dan dapat memilah-milah fakta. Tidak semua laporan harus ditindaklanjuti. Ada hal-hal yang dapat diselesaikan tanpa perlu menguras energi, apalagi jika itu hanya sebuah kritik.

Sebagai aktivis yang hidup di rezim Orde Baru, dan dibesarkan di partai yang melekatkan demokrasi di namanya, para Relawan itu harusnya menyadari bahwa nilai-nilai baik dalam republik ini dibangun oleh para pejuang. Mereka yang menyuarakan kebenaran walau rasanya pahit. Bukan para pengecut dan penjilat yang berlindung di balik pasal-pasal karet.

Komentar

Loading...