Unduh Aplikasi

Iqbal Piyeung Desak Nurlif Mundur dari Ketua Golkar Aceh

Iqbal Piyeung Desak Nurlif Mundur dari Ketua Golkar Aceh
Iqbal Piyeung. Foto: IST.

BANDA ACEH - Politisi Senior Partai Golkar Aceh, Iqbal Piyeung mendesak Teuku Muhammad Nurlif (TMN) untuk segera mundur dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh.

Desakan ini bukan tanpa alasan, menurut Iqbal sejak kepimpinan Nurlif, Golkar Aceh mengalami disharmoni di internal partai, hal ini berdampak pada soliditas kader yang rapuh, bahkan berpotensi menimbulkan konflik diinternal partai.

“Modal dasar partai Golkar itu adalah soliditas antar kader, soliditas ini merupakan ciri dan karakter terpenting Golkar Aceh, sehingga akselerasi kerja-kerja kepartaian lebih mudah dilakukan,” ungkap Iqbal kepada AJNN, Selasa (9/2/2021) di Banda Aceh.

Sebagai kader partai, Iqbal merasa risau dengan kondisi ini, terlebih lagi tipikal Nurlif menurutnya adalah tipikal yang "one man show".

“Saya risau melihat kondisi partai saat ini, apalagi dia tipikalnya one man show, padahal kerja-kerja partai ini kolektif kolegial,” jelas Iqbal.

Paling mendasar, menurut Iqbal, ada yang hilang sejak Nurlif memimpin Golkar Aceh. Selama ini, Golkar Aceh selalu menjadi pemain utama yang mewarnai peta dan percaturan perpolitikan Aceh. Kini hal itu tidak lagi ada, Golkar Aceh hanya sekedar penggembira.

“Golkar Aceh selama ini menjadi penentu warna politik Aceh, saat ini dibawah kepemimpinan Nurlif hal itu hilang, Golkar terkesan hanya penggembira,” tambah Iqbal Piyeung.

Padahal awalnya Iqbal termasuk orang yang berharap dibawah Nurlif, Golkar Aceh tetap menjadi pemain utama, serta penentu kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan politik anggaran di Aceh, namun hal itu tidak terjadi.

“Awalnya saya orang yang percaya Nurlif bisa menjaga reputasi Golkar sebagai penentu kebijakan yang berkaitan dengan politik anggaran di Aceh, tapi kenyataannya jauh panggang dari api,” ratap Iqbal.

Selain itu Iqbal juga meminta agar  politisi senior Golkar di DPP untuk segera mengevaluasi Nurlif, dalam rangka menjaga kewibawaan Golkar dan mengembalikan kejayaan Golkar seperti masa lalu.

Menurutnya, demi menjaga dan mengembalikan wibawa Partai Golkar Aceh sebagai partai kader yang solid, serta kembali menjadi  pemain utama dalam percaturan politik dan penentu kebijakan di Aceh, syaratnya Nurlif harus mundur.

“Partai ini harus tetap solid serta menjadi pemain utama dalam politik Aceh, bahkan menjaga tradisi sebagai salah satu penentu kebijakan-kebijakan fundamental di Aceh. Syaratnya Nurlif harus dimundur,” pungkas Iqbal Piyeung.

AJNN berusaha menghubungi Nurlif untuk dimintai tanggapan terkait desakan mundur oleh Iqbal. AJNN sejak pukul 10.25 WIB sudah tiga kali menghubungi Nurlif. Namun sampai berita ini diterbitkan Nurlif tidak mengangkat telepon dari AJNN, pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan redaksi juga tidak mendapat balasan dari yang bersangkutan.

Komentar

Loading...