Unduh Aplikasi

Iqbal Farabi: Saatnya Kita Mengubah Paradigma Pembangunan

Iqbal Farabi: Saatnya Kita Mengubah Paradigma Pembangunan
BANDA ACEH – Bekas Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Aceh, Iqbal Farabi mengatakan, melalui momen pemilihan kepala daerah 2017 mendatang, Aceh perlu mengubah paradigma pembangunan dari yang selama ini sudah dilakukan.

Menurutnya, kini semua roda pemerintahan, khususnya yang bersinggungan dengan anggaran, banyak yang hanya bergantung pada anggaran dari pusat. Seperti dana alokasi umum, dana otonomi khusus, dan dana bagi hasil migas. Setiap daerah, pendapatan asli daerahnya hampir tidak ada.

Sementara, kata Iqbal, dana tersebut terbatas dan semakin sedikit. Dana otonomi khusus misalnya, Aceh akan menerima dana itu hingga 2027 mendatang.

“Jadi saat ini harus menjadi fokus kita adalah membentuk pondasi ekonomi berbasis masyarakat lokal,” kata Iqbal yang digadang-gadang sebagai calon Bupati Aceh Timur itu.

Baca: Unggul di Survei, Iqbal Farabi Pertimbangkan Maju Cabup Aceh Timur

Sehingga, lanjutnya, saat dana yang besar itu tidak lagi diterima, kita sudah bisa mandiri. Ada income sendiri.

“Kita sudah ada mekanisme ekonomi yang berjalan sendiri untuk membiayai diri (daerah) kita sendiri” katanya.

Kemudian, cara pandang pembangunan daerah di Aceh menurutnya harus diubah dengan cara fokus satu sektor pembangunan pertahun. Misalnya, tahun pertama bidang pertanian.

Maka semua sumber daya yang harus dikerahkan di sektor pertanian. Mulai dari dinas hingga ke perbankan harus fokus ke sektor itu.

Di dinas pertanian misalnya, harus meriset bibit padi yang baik, memberikan sawah, dan penyuluh yang kompeten. Bank harus membantu dari segi pemodalan. Dinas pekerjaan umum harus membangun saluran irigasi yang baik, dinas perdagangan kemudian yang memasarkan, dan semua komponen pemerintahan harus fokus satu isu.

"Kalau ini sudah dijalankan, maka selama lima tahun akan ada lima sektor yang selesai. Jadi kalau dihitung hingga Aceh tiba pada masa tidak lagi menerima dana otsus, maka sudah ada sekitar 15 sektor pembangunan yang sudah selesai,” terang Iqbal.

Bekas penggiat hak asasi manusia itu juga mengatakan, konsep tersebut harusnya bisa diterapkan setiap daerah di Aceh.

“Sehingga kita sudah ada basis ekonomi masing-masing nantinya. Sudah ada pendapatan asli daerah.”

“Kalau ini dilakukan, maka seperti di Aceh Timur bisa selamat. Dan saya akan menjalankan itu jika maju sebagai Bupati Aceh Timur,” tegas Iqbal.

Komentar

Loading...