Unduh Aplikasi

Inspektorat Aceh Jaya Mengeluh Kekurangan Anggaran untuk Awasi Dana Desa

Inspektorat Aceh Jaya Mengeluh Kekurangan Anggaran untuk Awasi Dana Desa
Kepala Inspektorat Aceh Jaya, Bahktiar. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Anggaran pengawasan dana desa yang dianggarkan di Inspektorat Aceh Jaya hanya Rp. 317 juta per tahun. Anggaran tersebut untuk mengawasi sebanyak 172 gampong yang mengelola dana desa yang nilainya rata-rata mencapai Rp 1 miliar per desa.

Kepala Inspektorat Aceh Jaya, Bahktiar mengaku dana sebesar Rp 317 juta tersebut masih kurang untuk mengawasi seluruh desa di Aceh Jaya. Seharusnya, jika per desa mengelola dana rata-rata sebesar Rp 1 miliar, dikalikan dengan 172 desa, maka anggaran pengawasannya sebesar 1 persen dari total 172 desa yang mengelola anggaran dana desa.

Oleh sebab itu, pihaknya sedang mengoptimalkan pengawasan dengan dana yang tersedia untuk desa-desa yang rentan terjadinya penyalahgunaan dana desa atau terhadap 56 desa.

Baca: Tuha Peut Gampong Meutara Laporkan Keuchik ke Inspektorat Aceh Jaya

"Dana pengawasannya hanya Rp 300 juta. Jumlah tersebut kurang untuk mengawasi 172 desa di Aceh Jaya, jadi kami hanya bisa mengawasi terhadap 56 desa saja," kata Bahktiar kepada AJNN, Jumat (10/7).

Menurutnya, anggaran yang tersedia untuk mengawasi APBK (SKPK) hanya sebesar Rp 170 juta, sedangkan untuk pengawasan SKPK tersedia dana Rp 170 juta untuk pengawasan 45 SKPK (Objek Pemeriksaan), belum lagi dengan sekolah yaitu SD sebanyak 98 Obrik, SMP 35 Obrik (Objek Pemeriksaan).

"Jadi dengan anggaran tersebut kami hanya bisa mengawasi 10 SKPK (Objek Pemeriksaan)," pungkasnya.

Komentar

Loading...