Unduh Aplikasi

Ini Tututan Aswaja yang Diteken Muzakir Manaf

BANDA ACEH - Kehadiran massa Ahlulsunnah Waljamaah (Aswaja) di Banda Aceh membawa sejumlah tuntutan yang akhirnya ditandatangani oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Makam Syiah Kuala, Kamis (01/10).

Adapun tuntutan tersebut yaitu, mendesak Pemerintah Aceh menjalankan qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam, berakidah, beribadah dan syiar Islam.

Mendesak Pemerintah Aceh untuk mengatur tata cara pelaksaan ibadah sesuai dengan Mazhab Syafi I, sebagaimana yang telah dilaksanakan Syech Abdul Rauf Al-Singkili.

Mendesak Pemerintah Aceh untk menyerahkan Muzakarah Ulama tentang pelaksanaan ibadah di Masjid Raya Baiturrahman kepada MPU Aceh.

Kemudian mereka juga mendesak pemerintah Aceh untuk menjalankan wasiat pendiri kesultanan Aceh untuk berpedoman kepada Aswaja bermarzhab Syafii.

Mendesak pemerintah Aceh untuk melarang dan mencabut ijin lembaga pendidikan di Aceh yang bertentangan dengan akidah Ahlulsunnah Waljamaah.

Mendesak pemerintah Aceh untuk menhentikan aktivitas Wahabi, Syiah, komunis dan berbagai aliran sesat lainya di Aceh

Mendesak pemerintah Aceh agar segala kegiatan keagamaan, harus mendapatkan izin dari MPU Aceh dan MPU kabupaten dan kota.

Mendesak Pemerintah Aceh untuk menempatkan orang-orang yang berakidah Ahlulsunnah Waljamaah pada posisi Kepala SKPA dan ketua Badan di jajaran Pemerintah Aceh.

Mendesak pemerintah pusat untuk merealisasi seluruh butir - butir MoU Helsinki dan Undang undang PA.

Mendesak pemerintah untuk membersihkan kegiatan aliran wahabi di Aceh sesuai dengan fatwa MPU Nomor 4 Tahun 2011 dan fatwa MPU Aceh Nomor 9 Tahun 2014.

Mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk menjalankan qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe.

Sementara itu, jika pemerintah tidak merealisasikan tuntutan tersebut maka mereka mengancam akan mendesak Zaini Abdullah supaya mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh.

"Semua yang telah ditanda tangani oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf ini nantinya akan diperjelas oleh Wagub pada saat yang mulia Gubernur tiba di Aceh," kata Walet Husaini, pimpinan Pondok Pesantren Rauzatul Jannah, Seulimuem Aceh Besar, pada saat melakukan orasi di Makam Syiah Kuala.

HENDRA KA

Komentar

Loading...