Unduh Aplikasi

Ini Kerugian Dana Desa akibat Ulah Dua Datok di Aceh Tamiang

Ini Kerugian Dana Desa akibat Ulah Dua Datok di Aceh Tamiang
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH TAMIANG - Kasus dana desa tahun 2016 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan di dua gampong dalam Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang kini sedang dilakukan ‎audit oleh tim inspektorat kabupaten setempat.

Berdasarkan hasil audit sementara, tim inspektorat menemukan telah terjadi kerugian ‎di dua gampong yakni Alue Sentang dan Bandung Jaya.

"‎Dana desa di Gampong Alue Sentang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Datok (kepala desa-red) sekitar Rp‎ 360 juta. Sedangkan Gampong Bandung Jaya dana desa yang tidak jelas sekitar Rp 10 juta," kata Erwin bagian auditor pada inspektorat Kabupaten Aceh Tamiang kepada AJNN, Senin (2/10).

Baca: Gara-gara Dana Desa, Dua Datok di Aceh Tamiang Diberhentikan

Erwin menjelaskan, dana Rp 360 juta dana desa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Datok Kampung Alue Sentang terdiri dari dana silpa tahun 2015 sebanyak Rp 95 juta, sejumlah pekerjaan fiktif sekitar Rp 212 juta dan kegiatan fisik alat PKK Rp 40 juta.

Sedangkan dana Rp 10 juta dana Gampong ‎Bandung Jaya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ditemukan tim inspektorat pada kegiatan pelatihan menjahit.

"Anggaran yang diplotkan sebesar Rp 10 juta untuk pelatihan menjahit tidak dilaksanakan alias fiktif," kata Erwin.

Apabila dalam batas waktu selama enam bulan tidak bisa mempertanggungjawabkan dana tersebut, maka itu akan menjadi temuan tim keuangan nantinya, sehingga kedua datok tersebut terancam pidana‎.

Komentar

Loading...