Unduh Aplikasi

Ini Kata Pendeta yang Gerejanya Dibakar di Aceh Singkil

Ini Kata Pendeta yang Gerejanya Dibakar di Aceh Singkil
Architecture 20787 1920
SINGKIL - Pendeta Gereja Huria Kristen Indonesia di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil yang dibakar massa Selasa kemarin (13/10), mengatakan keadaan di desa itu mulai kondusif.

Pagi ini, Rabu (14/10), aparat keamanan berjaga-jaga dan siaga di lokasi terjadinya penyerangan massa dan daerah sekitarnya.

Pendeta Ewen juga menjelaskan, ia bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat Aceh Singkil sedang menunggu kedatangan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti yang dijadwalkan tiba pagi ini di Singkil, ibu kota Aceh Singkil.

"Kami akan rapat dengan Panglima, Kapolri, dan pemerintah daerah," ucap Pendeta Ewen seperti dilansir Tempo, Rabu pagi, (14/10).

Dalam penyerangan kemarin, selain membakar Gereja Huria Kristen Indonesia di Desa Suka Makmur, massa yang marah juga merusak gereja yang berjarak 10 kilometer dari Gereja HKI, yakni Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi, Danggurun, Kecamatan Simpang Kanan.

Massa menuding gereja ini berdiri tanpa izin, sehingga mereka memaksa menutup gereja itu. (Baca: Bentrok di Aceh Singkil, GMKI Sebut Aturan Ini Jadi Penyebab)

Pendeta Ewen berujar, dalam rapat, ia sangat mengharapkan izin pendirian gereja di Aceh Singkil dipermudah. Jadi umat Kristen di Aceh Singkil dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang.

"Harapan kami, umat HKI dan Kristen di Aceh Singkil, dipermudah izin pendirian rumah ibadah. Ini harapan terbesar kami," tutur Pendeta Ewen.

Penyerangan massa yang berujung pada perusakan dan pembakaran gereja itu menewaskan dua orang.

| TEMPO

Komentar

Loading...