Unduh Aplikasi

Ingin Fokus Investasi di Aceh, Ismail Rasyid Mundur dari Calon Kepala BPKS

Ingin Fokus Investasi di Aceh, Ismail Rasyid Mundur dari Calon Kepala BPKS
Ismail Rasyid. Foto: Ist

BANDA ACEH - Rumor mundurnya Ismail Rasyid dari kandidat Calon Kepala BPKS akhirnya terkuak, padahal dia digadang-gadang paling berpeluang menduduki posisi orang nomor satu di BPKS.

Ismail Rasyid merupakan CEO PT Trans Continent, perusahaan yang bergerak di bidang multi moda transport, logistics & supply chain dengan core business di bidang industri pertambangan, perminyakan, energy serta perdagangan.

PT Trans Continent merupakan investor pertama di Kawasan Industri Aceh di Ladong Aceh Besar. Ismail membangun pusat logistik berikat di kawasan itu.

Rencana mundurnya Ismail dari Calon Kepala BPKS dipastikan media ini melalui wawancara via WA dengan Pkt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Nova mengaku belum mendapat pernyataan tertulis atas pengunduran Ismail Rasyid, namun Ismail sudah menyampaikan secara lisan kepadanya.

Sementara itu, Ismail Rasyid yang dihubungi terpisah membenarkan dirinya sudah mundur dari calon Kepala BPKS.

"Alasannya, saya hanya ingin fokus untuk percepatan pengembangan bisnis dan investasi yang sudah saya mulai di Aceh baik di KIA Ladong - KEK Lhokseunawe dan rencana rencana serta prospek lainnya di Aceh," katanya kepada AJNN.

Baca: CEO PT Trans Continent: KIA Ladong Dapat Mengembalikan Legacy Kejayaan Aceh

Ismail Rasyid mengaku sangat berkeinginan untuk bisa melihat dan berpartisipasi langsung dalam prosess pengembangan BPKS, karena dirinya memiliki sedikit pengalaman dan aktivitas bisnis yang berkaitan dan hampir sama dgn aktivitas di BPKS Sabang, baik itu tentang pola pola pengembangannya maupun rencana pengembangan bisnis serta Networking yang mungkin akan bisa mensupport kedepan.

 "Sehingga saya mengikuti dan melaluinya dengan prosess yang sangat objektif , professional dan berintegritas sesuai dengan yang digariskan oleh Pansel," katanya.

Ismail Rasyid menyampaikan, pengunduran diri tersebut hanya karena mempertimbangkan tentang investasi yang sudah saya lakukan di Aceh daratan terutama KIA Ladong yang pergerakannya sangat lambat karena BASIC infrastrukturnya belum memadai yang disiapkan oleh pemerintah.

"Sehingga saya ingin fokus untuk konsentrasi diinvestasi agar bisa melakukan kordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah untuk percepatannya , serta menghindari conflict of interest apabila berada dalam posisi di pemerintahan," katanya.

Dia mengaku nyaman dan sangat senang bisa pulang ke Aceh , bisa beradaptasi dan diterima oleh semua lapisan masyarakat - bisa membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan pemerintah dan juga mitra mitra bisnis.

"Tidak ada tekanan sama sekali dari siapapun untuk saya mundur dari proses seleksi BPKS dan saya juga tidak berubah pikiran tapi pikiranlah yang merubah keputusan saya," sebutnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...