Unduh Aplikasi

Ingin Berlibur, Ini Objek Wisata Terfavorit di Kota Lhokseumawe

Ingin Berlibur, Ini Objek Wisata Terfavorit di Kota Lhokseumawe
Keindahan Waduk Jeulikat. Foto: AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE - Kota Lhokseumawe dikenal akan daerah yang kaya akan hasil alam seperti minyak dan gas. Namun, di kota yang dikenal dengan “Petro Dollar” tersebut juga tak luput dari sejumlah destinasi wisata yang ramai diminati pengunjung berbagai daerah.

Adapun sejumlah destinasi wisata yang menjadi tempat favorit wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut yakni.

Taman Jeulikat Indah (Waduk Jeulikat)

Waduk Jeulikat. Foto: AJNN/Sarina.

Taman Jeulikat Indah atau sering disebut Waduk Jeulikat, merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Tempat ini ramai diminati dan dikunjungi wisatawan menghabiskan waktu liburan dan akhir pekan.

Objek wisata yang berjarak lima kilometer dari pusat Kota Lhokseumawe ini merupakan salah satu tempat yang menjelma sebagai tempat wisata baru di kota itu. Untuk mendatangi lokasi tersebut, wisatawan dari luar Lhokseumawe bisa melalui Simpang Buloh ataupun Simpang Kandang.

Sementara wisatawan dari arah timur bisa melalui jalan Simpang Elak, Buket Rata. Para wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata ini bisa menikmati indahnya pemandangan waduk yang dikelilingi perbukitan.

Selain itu, di Waduk Jeulikat ini, wisatawan juga bisa menikmati permainan outbound, bermain wahana air perahu bebek dan juga menikmati keindahan taman sebagai objek berswa foto atau selfie.

Bukan hanya dari Kota Lhokseumawe, wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut juga berasal dari luar kota, seperti, Bireuen, Aceh Timur, Banda Aceh dan juga dari berbagai daerah lainnya baik dalam atau luar Provinsi Aceh.

Salah seorang pengunjung asal Kota Lhokseumawe, Zahara Mulia Sari mengatakan, dirinya bersama suami sering menghabiskan hari libur untuk mengunjungi objek wisata Taman Jeulikat Indah tersebut. Menurutnya, selain bisa menikmati pemandangan, ketika sore hari kawasan itu juga bisa menikmati cahaya matahari terbenam (Sunset).

“Saya sangat sering dengan suami ke sini, karena kalau sore itu ramai sekali pengunjungnya, juga kita bisa menikmati pemandangannya. Pokonya tempat ini cocoklah untuk menghabiskan hari libur,” kata Zahara.

Waduk Lhokseumawe

Waduk Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina.

Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, pancaran cahaya matahari yang sebelumnya terik mulai meredup dan menyuguhkan suasana yang adem di Kota Lhokseumawe atau lebih dikenal dengan kawasan “Petro Dollar”.

Muda-mudi mulai terlihat berolahraga, baik lari laun (jogging) atau bersepeda mengitari Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Para pedagang, juga mulai menata kursi-kursi di pinggir waduk dan Muara Sungai Cunda Lhokseumawe, pertanda mereka sudah siap untuk melayani wisatawan yang datang berkunjung dari berbagai daerah.

Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe, merupakan salah satu destinasi objek wisata yang dikenal berbagai wisatawan yang berkunjung di daerah yang dikelilingi perusahan proyek vital raksasa itu.

Bersantai sambil menikmati pemandangan waduk dan langit yang cerah, sembari menunggu matahari terbenam (Sunset) yang membiaskan cahaya kemerah-merahan, sangat menggoda dan mampu memanjakan mata wisatawan.

Suasana menjadi semakin adem, saat angin mulai menghembus sepoi-sepou, ranting pepohonan pun ikut bergerak mengiringi suasana itu.

Burung kuntul pun ikut memberikan warna berterbangan kembali hinggap di hutan Magrove di waduk tersebut tertawa ria, berbincang serius, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang tersayang serta terkasih, sangat cocok, sambil disuguhkan “Mie Caluk dan jus kelapa muda”.

Salah seorang pengunjung, Muhammad Aulia kepada AJNN mengatakan, dirinya sering berkunjung dan menikmati keindahan sunset di waduk Lhokseumawe bersama teman dan kerabantanya.

“Melihat sunset sangat bagus di waduk ini, apalagi sore hari, banyak yang bisa dilihat,” kata Aulia sambil tertawa kecil.

Pantai Ujong Blang

Pantai Ujong Blang. Foto: AJNN.

Suara deburan ombak terdengar memecahkan pantai. Hembusan angin sepoi-sepoi menyejukkan wisatawan yang sedang duduk di pondok Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Suara tawa anak-anak, remaja hingga dewasa, yang sedang bermain di tepi pantai, bahkan ada yang memilih berenang hingga ke perempatan laut bersama saudara, sahabat dan keluarganya.

Pemandangan akan semakin terasa indah, saat jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, dimana pancaran matahari mulai kemerah-merahan, burung berterbangan, dan bisa juga melirik pemandangan masyarakat yang  berkumpul menyaksikan ikan-ikan hasil tangkapan pukat para nelayan tradisional.

Objek wisata bahari pantai Ujong Blang, bukan hanya diminati oleh masyarakat Lhokseumawe saja. Namun wisatawan juga hadir dari berbagai daerah yakni, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, bahkan hingga dari Kota Medan, Banda Aceh, serta berbagai daerah lainnya.

Bermain pasir, ada juga yang melakukan terapi dengan menimbunkan diri ke dalam pasir, berswa foto, bahkan ada juga wisatawan yang memutuskan naik getek untuk mengelilingi pantai yang berada di tengah-tengah kota Lhokseumawe tersebut. Bahkan, sejumlah pedagang memutuskan memakai pakaian unik seperti badut untuk mengajak pelintas kawasan itu singgah di kafe-kafe mereka, yang sudah di dekor semenarik mungkin.

Untuk masuk ke objek wisata ini, pengunjung hanya membayar parkir kendaraan saja, sepeda motor Rp3 ribu dan mobil Rp5 ribu. Kemudian wisatawan bisa duduk di pondok dengan menikmati air kelapa muda atau makanan khasnya yakni rujak.

Masjid Almarkazul Islamic Centre

Masjid Agung Almarkazul Islami (Islamic Centre). Foto: AJNN.

Bernuansa bak Timur Tengah, Masjid Agung Almarkazul Islami (Islamic Centre) menjadi pusat perhatian setiap pengunjung yang datang ke Kota Lhokseumawe.

Berdiri di tengah-tengah pusat kota, memikat daya tarik masyarakat untuk singgah dan berkunjung ke masjid berkubah sembilan itu.

Masjid ini, bukan hanya terkenal di Kota Lhokseumawe, tempat ibadah yang dibangun pada tahun 2001 silam itu sudah dikenal ke berbagai daerah baik di Provinsi Aceh, maupun di tingkat nasional.

Masyarakat yang datang dari berbagai daerah juga menyempatkan diri untuk singgah di salah satu Masjid terbesar di Provinsi Aceh itu.

Memiliki halaman parkir yang luas, dengan dihiasi tanaman bambu yang  didesain menarik, banyak pelancong yang singgah untuk berswafoto, mengabadikan momen sebagai bukti pernah singgah di masjid ala Timur Tengah tersebut.

Sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat anak-anak belajar ilmu agama di halaman masjid tersebut, tempatnya belajar sembari menikmati indahnya suasana di bawah pohon yang rindang.

Terkadang, para pengantin juga memilih masjid yang kerap disebut IC itu sebagai baground untuk foto prawedding.

Masjid ini juga memiliki fasilitas penunjang, selain ikon utama Masjid Agungnya, disini juga terdapat gedung serba guna, pustaka, diniyah dan sekolah, museum, mess, atau wisma tamu, taman kanak-kanak dan Taman Pengajidan Al-Quran (TPA) dan juga rumah imam besar.

Objek Wisata Sawah

Wisata Sawah. Foto: AJNN.

Objek wisata sawah merupakan destinasi terbaru di Kota Lhokseumawe. Lokasi wisata di Gampong Manee Kareung, Kecamatan Blang Mangat ini dibangun dengan menggunakan APBG 2020 dan mampu memikat ribuan masyarakan untuk berkunjung dan berswafoto di lokasi itu.

Tempat wisata yang dibangun di pertengahan sawah itu, belum rampung total. Akan tetapi, ribuan masyarakat dari berbagai daerah datang untuk menikmati pemandangan indah di sana.

Banyak pemandangan yang bisa dilihat, misalkan, padi nan hijau terbentang luas, bisa berswafoto di objek menara Eiffel ala Gampong Manee Kareung, dan berbagai pemandangan indah lainnya.

Untuk menikmati pemadangang di tengah sawah, pengelola membuat jalan gantung menggunakan bambu dan pohon pinang, bahkan juga tersedia terowongan kecil yang sangat indah ketika wisatawan yang ingin berswafoto bersama teman dan keluarganya.

Untuk masuk ke lokasi wisata yang baru dibuka sejak dua pekan terakhir ini, pengunjung hanya merogoh kantong Rp5 ribu per orang, sementara parkir sepeda motor cukup membayar Rp2 ribu saja.

Ketua Pengelola objek Wisata Sawah, Muhammad Zikram mengatakan, lokasi wisata itu dibangung menggunakan dana APBG 2020 dan menjadi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Manee Kareung.

Sejauh ini anggaran yang sudah dikeluarkan untuk lokasi itu lebih kurang Rp190 juta, dan belum rampung total.

“Motivasi awal membangun objek wisata ini untuk menciptakan lapangan kerja kepada pemuda dan pemudi yang masih menganggur di Gampong Manee Kareung,” katanya.

Sambungnya, selain itu, objek wisata sawah merupakan baru perdana ada di Kota Lhokseumawe, bahkan kemungkinan di seluruh Aceh juga belum ada. Oleh karena itu pihaknya berinisiatif membuat wisata baru yang belum pernah ada di Aceh. Sehingga Desa Manee Kareung juga bisa lebih maju dan dikenal.

“Awalnya, timbul ide ini, ketika kepala desa kami pergi ke luar Provinsi, dan melihat di luar daerah itu terdapat destinasi wisata seperti ini, nah dari sanalah timbul ide untuk membangunnya di Manee Kareung,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk pengunjung dalam sehari paling sedikit tiket yang laku sebanyak 800 tiket dan paling banyak 4000 tiket. Mereka berasal bukan hanya dari Lhokseumawe, bahkan juga di luar kota itu.

“Disini kami juga melarang pengunjung untuk membuat video tiktok, karena dikhawatirkan mereka tidak berpakaian islami dan akan bertentangan dengan syariat Islam, apabila kedapatan kami akan menegurnya dan memberi nasehat, karena setiap sudut kita tempatkan petugas,” imbuhnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...