Unduh Aplikasi

Industri Kecil Menengah Meningkat di Aceh

Industri Kecil Menengah Meningkat di Aceh
BANDA ACEH - Industri kecil menengah di Aceh mengalami peningkatakan pesat, hal itu disampaikan Gubernur Aceh dalam sambutanya melalui Asisten I Pemerintah Aceh Kahar Muzakar dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pemgembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tahun 2017 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh (27/3).

Dikatakan Kahar Muzakar dalam kurun waktu 2012–2015 mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu berkisar 15,77% pertahunnya. Adapun jumlah industri kecil dan menengah di Aceh pada tahun 2015 mencapai 21.042 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 79.584 Orang, dan nilai produksinya mencapai Rp. 9.264.905.709.

“Hal ini membuktikan bahwa sektor industri mampu memegang peranan penting dan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah terutama dalam penampungan tenaga kerja,” kata Kahar Muzakar.

“Maka dari itu, untuk menunjang keberhasilan pembangunan industri di pusat dan di daerah diperlukan suatu koordinasi, perencanaan program, sistem pembinaan yang konseptual, terarah dan efektif yang menuntun para aparatur pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya,” tambahnya.

Ia menuturkan kedepan penting adanya suatu pola yang dapat dijadikan sebagai acuan umum dalam perencanaan dan penyusunan program kerja, agar kegiatan-kegiatan pembangunan industri dapat semakin berhasil.

Hal ini perlu juga didukung oleh keterlibatan perusahaan-perusahaan besar, baik itu BUMN maupun swasta dalam melakukan pembinaan terutama kepada sentra-sentra industri kecil dan menengah, melalui program keterkaitan pembinaan.

Karena itu kata dia, melalui kegiatan Rapat Koordinasi Nasional itu diharapkan nantinya ada alternatif-alternatif yang bisa dilakukan terhadap permasalahan dan upaya dalam pengembangan sektor industri.

Sementra itu Kepala Dinas Perindustrian Aceh Arifin mengatakan melalui Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pemgembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tahun 2017 dapat menumbuhkan industri kecil di seluruh Indonesia khususnya di Aceh serta mendorong industri kecil menengah lebih mandiri.

Nantinya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut lebih kurang 200 orang agar lebih fokus pada pengembangan sektor unggulan daerah masing-masing, yakni dengan penentuan arah pengembangan industri melalui penetapan klaster industri prioritas dan kompetensi inti industri daerah. Guna memberi kepastian dan mendapat dukungan dari seluruh sektor ekonomi terkait termasuk dukungan perbankan.

“Dengan adanya program tersebut, kita berharap sektor industri kecil dan menengah di Indonesia semakin maju, sehingga mampu men jadi salah satu elemen untuk mengentaskan kemiskinan di berbagai daerah,” tuturnya.

Komentar

Loading...