Unduh Aplikasi

Indonesia harus rajin gelar pameran wisata di luar negeri

Indonesia harus rajin gelar pameran wisata di luar negeri
Merdeka, Pameran Eropa. ©2014 Merdeka.com/idris
JAKARTA - Pemerintah harus lebih rajin menggelar pameran wisata dan budaya Indonesia di luar negeri. Hal tersebut bisa menjadi sarana Indonesia untuk bisa bersaing di era pasar bebas Asean yang bakal dimulai 2015.

Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syamsul Lussa berharap dengan rajin menggelar pameran di luar negeri, Indonesia tak tergilas persaingan di Asean. Sejauh ini, pemerintah telah berpartisipasi dalam pameran wisata di Berlin, Hong Kong, Korea Selatan, dan China.

"Menghadapi masyarakat ekonomi Asean dengan pameran sudah ada bentuknya dan bagus. Indonesia sudah kerjasama dengan ASEAN tourisme," ucap Syamsul saat menghadiri pameran wisata dan budaya Uni Eropa di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (17/10).

Di luar itu, Syamsul juga berharap makin banyak orang Indonesia bepergian ke luar negeri. Dengan begitu, orang Indonesia bisa menimba ilmu dan menerapkannya di Tanah Air.

"Mereka pulang dapat ilmu menerapkan macam macam. Ini juga jadi potensi ke depannya."

Menurut Syamsul, pemerintah mendatang menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 20 juta orang dalam lima tahun ke depan. Untuk itu perlu ada perbaikan dalam industri pariwisata di Tanah Air

"Pak Jokowi-Jk itu mintanya 20 juta turis asing sampai akhir 2019. Mengejar ini kita bicara strategi dalam melihat sebuah sistem," ucapnya.


Merdeka

Komentar

Loading...