Unduh Aplikasi

Imunisasi Polio di Aceh Belum Maksimal

Imunisasi Polio di Aceh Belum Maksimal
Pemberian imunisasi untuk balita. Foto: Aprizal
BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menilai pemberian imunisasi kepada balita belum maksimal. Banyak warga yang belum mematuhi tahapan imunisasi polio.

“Ini sangat berbahaya. Tanpa imunisasi, kesehatan bayi yang ada di Aceh terancam,” kata Zaini seperti dikutip Sekretaris Daerah Darmawan saat membuka Pekan Imunisasi Nasional di Aceh yang pusatkan di Desa Lamteh, Banda Aceh, Selasa (8/3).

Menurut Zaini, hanya 74,10 persen bayi yang lahir pada 2015 yang diberikan vaksin imunisasi hingga tuntas. Sisanya tidak mengikuti proses ini. Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit virus yang berbahaya bagi bayi karena mudah menular dan menyerang sistem saraf.

Pada kondisi akut, bayi yang terserang polio dapat mengalami sesak nafas, lumpuh. Pada banyak kasus, penyakit ini menyebabkan kematian.

Zaini mengimbau seluruh orang tua yang memiliki anak di bawah usia 59 bulan untuk segera membawa anaknya ke pos pelayanan terpadu (posyandu) secara rutin. Di sini, mereka akan mendapatkan imunisasi sesuai tahapan sehingga kesehatan pada anak dapat terjaga. Bayi-bayi ini juga memiliki daya tahan yang baik.

Meski Indonesia dinobatkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2004 sebagai negara bebas polio, tidak tertutup kemungkinan penyakit itu tidak akan menyerang lagi. Pembinaan Kesejahteraan keluarga (PKK) Pusat Erni Guntarti Tjahyo Kumolo mengajak semua yang terlibat dalam PKK memberikan arahan kepada masyarakat akan bahaya polio.

Seperti tahun lalu, beberapa derah di Indonesia seperti Jawa Barat dan Aceh Tenggara masih di temukan beberapa anak yang terserang penyakit polio, ini sangat di sayangkan karena anak merupakan generasi bangsa yang harus terbebas dari ancaman penyakit seperti Polio.

“Pkk tidak hanya sebatas penyuluhan di desa namun harus terus memberikan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi polio karena ada beberapa kelompok yang menolak untuk diimunisasi dengan berbagai alasan,” kata Erni.

Komentar

Loading...