Unduh Aplikasi

Imigrasi Meulaboh Amankan WNA Asal Malaysia di Tambang Emas

Imigrasi Meulaboh Amankan WNA Asal Malaysia di Tambang Emas
WNA asal Malaysia saat dilakukan pemeriksaan di Imigrasi Meulaboh. Foto: For AJNN

ACEH BARAT - Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Meulaboh mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia bernama Nabil. WNA itu diamankan pada 10 Juni lalu, di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

Pria itu diamankan karena menyalahi izin tinggal yang dikeluarkan oleh pihak Imigrasi, dimana Nabil sebenarnya berdasarkan izin yang dikeluarkan Imigrasi merupakan Bebas Visa Kunjungan atau BPK, namun selama berada di negeri seribu pala tersebut, Nabil diduga melakukan aktivitas di kawasan penambangan emas diduga ilegal.

Kasi Wasdakim, Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II B Meulaboh, Iskandar mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan nabil di lokasi tersebut berdasarkan laporan masyarakat daerah itu.

“Dengan yang dilakukan Nabil ini sudah ada kaitan langsung dengan adanya komersil, dengan perjanjian untuk bagi hasil atau bagaimana dengan warga dalam melakukan penambangan emas. Mustahil kami mmebuang uang ratusan juta tanpa ada keuntungan,” kata Iskandar, Senin (15/6).

Dikatakan Iskandar, keberadaan nabil di lokasi tersebut membawa peralatan mesin yang digunakan untuk kebutuhan penambangan emas bagi warga yang melakukan penambangan secara ilegal. Pasalnya warga yang melakukan penambangan tidak memiliki berbagai kelengkapan dokumen.

"Selama berada di Desa Teupin Gajah, dia menginap di rumah warga disana dengan cara menyewa kamar. Keberadaan WNA itu sejak 11 Maret lalu, sesuai dengan laporan yang disampaikan masyarakat kepada pihak Imigrasi," ungkapnya.

Sebelum diamankan, kata dia, pihaknya terlebih dahulu turun ke lokasi untuk menjumpai Nabil di tempat penginapannya pada 27 Maret 2020. Tujuannya adalah untuk melakukan Surat Tanda Penerima (STP) dan menarik paspor dari Nabil yang telah menyalahi izin tinggal tersebut.

“Tapi kami meninggalkan surat borang saat itu dan meminta dia (Nabil) untuk menghadap kami ke kantor. Namun karena sata itu saya ada kegiatan di Takengon bersama Imigrasi Banda Aceh sehingga kami tidak ketemu meski dia sudah menyanggupinya,” kata Iskandar.

Setelah itu, kata dia, pihaknya sempat beberapa kali menghubungi Nabil untuk menghadap, namun tidak kunjung datang. Akan tetapi saat itu kondisi Indonesia mulai mewahab Coronavirus Disease (Covid-19) membuat pihaknya mendiamkan beberapa waktu.

Kemudian, baru-baru ini pihaknya dibantu pihak kepolisian menjemput Nabil. Penjemputan itu juga karena saat itu terjadi keributan antar desa di Kecamatan Pasie Raja.

"Kemudian membuat kami berinisiatif mengamankan Nabil agar terhindar dari situasi yang sempat tegang ketika terjadi tawuran pemuda dua desa disana. Kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap Nabil, dan akan kami tempatkan di rumah rodensi di Belawan, Sumatera Utara, akan kami pulangkan atau deportasi ke negara asalnya,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Nabil melanggar pasal 172 Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2013 tentang Keimigrasian.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...