Unduh Aplikasi

Imbas Corona, Stok Darah di UTD PMI Aceh Utara Kritis Total

Imbas Corona, Stok Darah di UTD PMI Aceh Utara Kritis Total
Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Aceh Utara kritis. Hal itu terjadi semenjak merebaknya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di seluruh dunia termasuk Indonesia, terkhusus di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kepala UTD PMI Aceh Utara Dokter Nadia mengatakan, untuk stok darah di UTD saat ini sebanyak 12 kantong. Terdiri dari golongan dara A sebanyak empat kantong, B sebanyak empat kantong, O sebanyak tiga kantong dan AB sebanyak satu kantong.

“Jumlah itu tidak mencukupi bahkan sangat kurang. Karena selama corona ini kami kekurangan darah dengan jumlah banyak dari masyarakat yang memang kurang berpergian dan donor,” katanya kepada AJNN, Jumat (27/3).

Dikatakan Nadia, untuk Alat Pelindung Diri (APD) petugas yang melakukan donor sangat kurang, apalagi UTD ini berhubungan sosial dengan masyarakat. Pihaknya sudah berupaya untuk memesan, dan diusahakan semaksimal mungkin untuk mendapatkannya.

“Kami sudah upayakan semaksimal mungkun untuk mendapatkan cairan hand sanitizer, apabila habis juga kami akan olah sendiri, guna mengantisipasi. Untuk masker kami juga sangat kesulitan untuk mendapatkannya, namun kami berupaya untuk menjahit sendiri,” ungkapnya.

Sambung Nadia, pihaknya juga sudah memesan baju APD bagi karyawan yang berhubungan langsung dengan pendonor. Dan bagi setiap pendonor atau karyawan yang datang baik di dalam maupun di luar gedung akan diperiksa dulu suhu tubuhnya, kemudian disemprot cairan disinfektan

“Kemudian kami meminta untuk mengisi lembaran COVID-19, dengan meminta kejujuran dari pendonor sendiri,” ujarnya.

Dalam sebulan, kata Nadia, kebutuhan darah ketika hari normal sebelum corona merebak bisa mencapai 1000 kantong. Namun, semenjak ada wabah corona darah tersebut tidak dapat dipenuhi lagi karena sudah banyak berkurang.

“Darahnya sudah tidak mencukupi kali, untuk memenuhi seluruh rumah sakit yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Terutama Rumah Sakit Umum Cut Meutia, namun kami sudah berencana untuk bekerjasama dengan TNI-Polri guna memenuhi stok darah di UTD,” ungkapnya.

"Kami mengimbau kepada karyawan agar safety kan diri, sama-sama menjaga. Kalau bagi pendonor mohon kejujurannya. Karena Covid bukan penyakit biasa," tambahnya.

Komentar

Loading...