Unduh Aplikasi

Illiza dinilai tak punya konsep kelola pasar

BANDA ACEH – Di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal, pengembangan pasar di Banda Aceh dinilai berjalan sangat lamban, jika tak mau disebut mundur.

“Sejak meninggalnya Mawardy Nurdin,  Banda Aceh semakin semrawut dan tidak tertata dengan baik, termasuk hancurnya pasar tradisional,” kata Muzakir Reza Vahlevi, ketua  Persatuan Persaudaraan Pedagang Pasar Aceh (P4A), Senin (13/10) dalam siaran pers yang dikirimkan kepada AJNN.

Apa lagi sampai saat ini Wakil Wali Kota Banda Aceh belum terpilih hal ini bisa menyebabkan terganggunya pelayan publik. Illiza dilantik menjadi Wali Kota menggantikan Mawardy Nurdin yang meninggal pada Februari 2014.

“Di bawah kepemimpinan Illiza, tidak punya konsep yang jelas dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan revitalisasi pasar tradisional yang lebih baik. PKL digusur tanpa memberikan tempat yang layak,” ujarnya.

Bukan hanya itu, khususnya pasar tradisional nilai Muzakir pemerintah hanya memungut iuran, sementara pemberdayaan dan akses modal tidak diberikan.

“Jadi pemerintah kota Banda Aceh hanya mau cari utung saja,” kritiknya. (01)

ZUL 

Komentar

Loading...