Unduh Aplikasi

Ikuti Prokes Covid-19, 83 SMA Sederajat di Aceh Utara Mulai Belajar Tatap Muka

Ikuti Prokes Covid-19, 83 SMA Sederajat di Aceh Utara Mulai Belajar Tatap Muka
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA – Sebanyak 83 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di daerah Kabupaten Aceh Utara kembali menerapkan aktivitas belajar mengajar tatap muka. Hal itu mulai berlangsung sejak awal September 2020 lalu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara T Aznal Zahri, mengatakan, selama pandemic Covid-19 pada Maret 2020 lalu, aktifitas belajar mengajar dilakukan secara daring dan offline di rumah. Sementara pada semester genap ujian nasional juga tidak dilaksanakan serta digantikan dengan ujian sekolah.

“Kemudian pada 13 Juli 2020 saat mulai memasuki semester baru, karena kondisi Aceh Utara masih zona kuning, maka pembelajaran tetap dilakukan secara daring. Namun untuk kepala sekolah dan tenaga pengajar tetap dijadwalkan ke sekolah untuk menyampaikan materi kepada siswa,” kata T Aznal kepada AJNN, Jumat (25/9).

Selama proses belajar mengajar secara daring, sambung T Aznal, yang menjadi kendala  yakni jaringan internet, selain itu juga fasilitas handphone yang sebagian tidak mendukung android.

“Jadi misalkan di daerah pedalaman yang tidak memiliki jaringan internet, mereka dibagikan kelompok, bahan pelajaran dikirim kepada ketua kelompok lalu dibagikan kepada teman-temannya,” ujar Aznal.

Lanjutnya, selain itu bagi siswa yang tidak memiliki handphone android, saat itu bisa mengambil tugasnya langsung ke sekolah mereka.

“Kalau materi ajar yang diberikan memang butuh penyesuaian, karena siswa kita lebih cepat masuk jika proses belajar mengajar secara tatap muka, interaksi siswa lebih bagus,” ungkapnya.

Lanjutnya, akan tetapi sejak dua pekan September lalu, proses belajar mengajar di Aceh Utara untuk tingkat SMA, SMK dan SLB sudah mulai tatap muka kembali, sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib selaku Ketua Gugus Covid-19 di daerah itu.

“Proses belajar mengajar tatap muka sudah mulai berlangsung lagi, namun dengan mematuhi ptotokol kesehatan. Seperti memakai masker, faceshild, jaga jarak meja dan kursi 1.5 meter, bahkan siswa juga di bagikan sif, sebelumnya satu ruangan 36 siswa menjadi 18 orang saja,” tuturnya.

T Aznal juga mengimbau kepada seluruh siswa, tenaga pendidikan, kepala sekolah dan masyarakat umum lainnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena harus ekstra waspada dengan kondisi yang tidak dapat diprediksi saat ini.

“Kita tidak tau kapan Covid-19 ini akan berkurang, bertambah, dan kapan berhenti. Yang pastinya tetap waspada dan jangan panic,” imbuhnya.

Komentar

Loading...