Unduh Aplikasi

Ikan Mati di Sungai Peuneuhan, DPRK Aceh Jaya: Sudah Dua Kali Kami Ingatkan

Ikan Mati di Sungai Peuneuhan, DPRK Aceh Jaya: Sudah Dua Kali Kami Ingatkan
Komisi C DPRK Aceh Jaya bersama dinas teknis terkait saat meninjau lokasi tambak udang Vaname di Desa Kuala, Indra Jaya. Foto: untuk AJNN.

ACEH JAYA - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya mengaku sudah dua kali meninjau sejumlah lokasi tambak ikan dan udang di sejumlah lokasi dalam kabupaten Aceh Jaya.

Peninjauan tersebut dilakukan atas laporan masyarakat karena diduga sudah mencemarkan lingkungan serta didapati belum adanya izin tambak.

Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya, Fitri Maya Lisa mengatakan bahwa pihaknya sudah dua kali turun ke lokasi tambak ikan dan udang untuk meninjau lansung atas laporan dari masyarakat.

Baca: Ikan di Sungai Peuneuhan Mati, Diduga Akibat Limbah Tambak Udang Vaname

"Kita malah sudah dua kali turun ke lokasi, pertama pada akhir tahun 2020 dan kedua awal tahun 2021 kemarin," kata Fitri Maya Lisa yang didampingi sejumlah anggotanya di ruang Komisi C, Selasa (23/2).

Menurutnya, dalam kunjungan DPRK di bidang Pengawasan tersebut turut melibatkan SKPK teknis yang membidangi antara lain, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Jaya selaku leading sektor, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Jaya yang membidangi lingkungan hidup, Dinas PUPR yang membidangi Tata Ruang, Bappeda yang membidangi Perencanaan, DPMP2TSP yang membidangi perizinan dan BPKK yang membidangi pendapatan daerah.

"Kita selaku pengontrol sudah menjalankan tugasnya, dan sudah dua kali kami ingatkan, sekarang tugas eksekusi ada dipihak eksekutif," ungkap Maya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bahwa, dari 11 lokasi tambak yang ditinjau 5 diantaranya sudah produksi dan eanam lagi masih dalam proses persiapan.

"Kalau yang sudah ada izin hanya satu lokasi tambak, selebihnya belum ada izin sama sekali," tuturnya.

Sementara, pada lokasi tambak udang Vaname yang berbeda di gampong Kuala Kecamatan Indra Jaya, terdapat pengelola yang telah membangun tambak sejumlah 12 Petak dan telah panen sebanyak empat petak. 

"Tambak yang ada di Gampong Kuala saat kami tinjau kemarin sama sekali tidak ada izin IPAL yang memenuhi standar, hanya berupa parit yang dibuat untuk mengaliri air buangan tambak yang bermuara langsung ke sungai disekitar lokasi tambak tersebut," pungkasnya.

Komentar

Loading...