Unduh Aplikasi

IDI Minta Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Dokter yang Ingin Ambil Spesialis

IDI Minta Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Dokter yang Ingin Ambil Spesialis
Wakil Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, Khaidir Jakfar. Foto:AJNN/Fauzi Cut Syam

BENER MERIAH - Ikatan Dokter Indoesia (IDI) Wilayah Aceh mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bisa memfasilitasi dokter umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. 

Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dr Khaidir Jakfar dihadapan Susnaini, Staf ahli Bupati Bener Meriah bidang Keistimewaan dan SDM, saat acara pelantikan pengurus IDI Bener Meriah, Sabtu (22/2) di Aula Sekdakab setempat.

Khaidir Jakfar berharap permohonan ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Bener Meriah. Menurut Khaidir, bertambahnya dokter spesialis di Bener Meriah diharapkan mampu membangkitkan pelayanan bagi masyarakat yang akan berobat terutama di Rumah Sakit daerah Muyang Kute.

"Untuk adik - adik kami yang masih ingin melanjutkan pendidikan, kami mohon pemkab bisa memfasilitasi," ujar Khaidir.

Dirinya yakin setelah menempuh pendidikan, para dokter ini nanti akan kembali ke Bener Meriah. Untuk itu perlu dibuat perjanjian khusus untuk ini. Selama ini  menurut Khaidir, beberapa daerah enggan memberikan kesempatan sekolah bagi dokter umum karena khawatir akan terjadi kekosongan apabila dokter - dokter ini melanjutkan pendidikan. 

Kalau anggapan ini terus berlanjut, maka akan sulit bagi mereka untuk mengembangkan diri dan berimbas pada pelayanan di masa yang akan datang. Solusi terbaik menurut Khaidir adalah dengan menempatkan dokter - dokter baru untuk mengisi kekosongan dari mereka yang sedang sekolah.

"Ini akan lebih memudahkan pemkab sendiri dibandingkan harus mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah yang penempatannya belum tentu permanen," ujar Khaidir.

Menjawab hal tersebut, Susnaini usai acara kepada AJNN mengatakan bahwa pihaknya sepakat dengan usulan dari pengurus IDI Wilayah Aceh tersebut. Menurut Susnaini selama ini Pemerintah Bener Meriah sudah melakukan upaya kearah tersebut.

"Setiap tahunnya kami selalu memberikan kesempatan bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan, untuk tahun 2020 kami lihat dulu perkembangannya, bagi yang mengajukan permohonan akan kami seleksi dulu," ujar Susnaini kepada AJNN.

Menurut Susnaini bagi yang lolos seleksi nantinya akan diberikan izin tugas belajar, dimana pemerintah daerah akan membiayai sebagian dana pendidikan untuk mereka. Pembiayaan ini sendiri akan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah daerah.

Pelantikan IDI cabang Bener Meriah

Ketua IDI Wilayah Aceh yang diwakili Wakil Sekretaris, Khaidir Jakfar  melantik Kenedyanto sebagai ketua IDI cabang Bener Meriah periode 2019 - 2022.

Khaidir Jakfar hadir ke Bener Meriah bersama Baihaki pengurus IDI bidang organisasi. Pelantikan ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) No. 1210/PB/A.4/12/2019 tertanggal 6 Desember 2019 Tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Bener Meriah masa bakti 2019 – 2022.

Selain Kenedyanto, pengurus teras lain yang dilantik diantaranya, Bomi Diang Bujangga (Sekretaris), Ika Rafika Bengi (Bendahara), Lenni Junita ( Wakil (Bendahara) dan beberapa pengurus lainnya.

Ketua panitia pelaksana, Fauzan Husaini, mengatakan pelantikan Kenedyanto untuk mengantikan Ketua sebelumnya, Birti Setiadi yang sudah demisioner. Kenedyanto terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke -V IDI Cabang Bener Meriah, Sabtu 29  Juni 2019 lalu. 

“Pada Musyawarah IDI Cabang Bener Meriah ke- V pada  bulan Juni 2019 telah menetapkan Kenedyanto sebagai Ketua IDI Cabang Bener Meriah masa bakti 2019 – 2022, IDI Cabang Bener Meriah saat ini beranggotakan 76 orang," ucap Fauzan Husaini.

Selain pelantikan pengurus, IDI Bener Meriah juga mengadakan seminar ilmiah
dengan tema “ Tenaga Kesehatan yang berkualitas dan Bermanfaat menuju Bener Meriah Islami, Harmoni,  Maju dan Sejahtera”. 

Seminar ini menghadirkan beberapa dokter ahli yang berpengalaman. Mereka yang menjadi pemateri yaitu, Arwin Munawariko, (Hepatitis dalam kehamilan), Ifrah Ayuna Siregar, (stunting pada anak), Ihsan Sarami Artanoga, (Hipno Parenting), dan dr Abdul Razak, SpPD (Diagnosis & treatment of Pneumonia).

Komentar

Loading...