Unduh Aplikasi

IDI Aceh Khawatir Ada Klaster Baru yang Dipicu Demo Tolak UU Cipta Kerja

IDI Aceh Khawatir Ada Klaster Baru yang Dipicu Demo Tolak UU Cipta Kerja
Sejumlah mahasiswa Aceh saat melakukan aksi tolak UU Cipta Kerja di depan gedung utama DPRA, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: AJNN/ Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, mengaku khawatir akan terjadi klaster baru dalam Covid-19 yang dipicu oleh demonstran yang melakukan aksi dalam penolakan Omnibus Law. 

Menurut Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman, penumpukan masa demonstran akan membuat adanya tranmisi atau perpindahn virus kepada orang lain dan keluarga di rumah.

"Karena jelas sekali kalau penumpukan masa ini akan membuat adanya perpindahan virus ke orang lain," kata Safrizal Rahman saat dihubungi AJNN, Kamis (15/10).

Safrizal Rahman menjelaskan, kekhawatiran bukan terhadap orang yang melakukan aksi demo, karena pendemo memiliki imunitas yang kuat, sehingga virus yang ada di dalam tubuhnya membawa pulang ke keluarga yang berada di rumah.

"Yang kita khawatir sebenarnya bukan pada orang yang melakukan demo, karena imunitasnya kuat virus yang ada di dalam tubuhnya akibat berkumpulnya mereka dengan demonstran maka akan membawa pulang virus tersebut kerumah, itu yang disebut sebagai klaster dari demonstrasi," ucap Safrizal

Saat ini, bagaimana menyelamatkan agar keluarga terhindar dari tertular virus adalah peran besar pada orang-orang yang usia aktif dengan imunitas tinggi.

Sehingga IDI Aceh menghimbau, agar dibuka ruang untuk penyampaian pendapat secara daring, seperti aplikasi virtual yang nantinya pemerintah mendengarkan apa yang disampaikan oleh para pendemo.

"Sebenarnya kita mengimbau agar dibuka ruang untuk menyampaikan pendapat secara online, contoh melakukan penyampain pendapat ke DPR, DPR membuka saja jaringan aplikasi virtual yang mampu menampung seribu orang dan mendengarkan aspirasi masyarakat," sebut Safrizal.

Lanjut Safrizal, tentu dengan metode seperti itu tidak membuat populer terhadap kelompok-kelompok yang ingin melakukan demonstrasi. 

"Tetapi dengan kondisi pandemi seperti ini agar terhindar penyebaran virus terhadap orang lain yang berada di rumah," tutup Safrizal.

|MULYANA SYAHRIYAL

Komentar

Loading...