Unduh Aplikasi

Idam-idam Rumah Idaman

Idam-idam Rumah Idaman
Ilustrasi: photocase

PEMBANGUNAN rumah bagi warga miskin di Aceh hendaknya benar-benar dilaksanakan sungguh-sungguh. Tahun ini, Pemerintah Aceh membangun 1.100 rumah dhuafa yang akan rampung pengerjaannya akhir tahun ini.

Di negeri permai ini, hendaknya tak ada lagi anggota masyarakat yang menghuni rumah tak layak huni. Apalagi setiap tahun Aceh memiliki anggaran triliunan yang seharusnya bisa dialokaiskan untuk membantu masyarakat kurang mampu hidup layak.

Masyarakat Aceh hendaknya dapat menetap di rumah dan lingkungan yang nyaman. Apalagi, jumlah penduduknya tidak sepadat daerah lain. Mengatur dan menyalurkan bantuan tentu tak serumit daerah lain.

Dengan membangun rumah yang layak, diharapkan tercipta hunian sehat dan aman dari ancaman bencana. Hunian yang dibangun juga hendaknya memiliki akses terhadap air bersih.

Karena itu, Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah lain di Aceh, hendaknya benar-benar memiliki data akurat jumlah warga yang perlu mendapatkan bantuan rumah. Karena bantuan ini tak boleh salah sasaran karena proses pendataan yang kurang baik atau bahkan mengarah pada praktik kolusi dan korupsi.

Langkah ini juga diharapkan dapat menipiskan jarak kesenjangan di tengah-tengah masyarakat. Karena dalam kondisi perekonomian yang tak juga membaik, kualitas hidup si miskin dan si kaya di Aceh sangat jomplang.

Tingkat kepuasan penerima rumah duafa dan bantuan lain dari zakat, sedekah dan infak yang disalurkan lewat Baitul Mal ini harus benar-benar menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja lembaga.

Dengan demikian, keraguan masyarakat untuk berpartisipasi menyalurkan zakat, sedekah dan infak lewat Baitul Mal bisa dihilangkan. Sehingga Baitul Mal tak hanya mengandalkan zakat yang dipotong langsung dari gaji pegawai negeri sebagai motor penggerak.

Ada banyak elemen sedekah yang belum dimaksimalkan keberadaannya. Termasuk wakaf produktif. Kampanye paling ampuh untuk menunjang hal itu adalah kepercayaan terhadap para pengelolanya. Jangan biarkan potensi besar ini tersia-siakan hanya karena ketidakpercayaan.

Komentar

Loading...