Unduh Aplikasi

Ibu-ibu Warga Gunung Lagan Sandera Alat Berat

Ibu-ibu Warga Gunung Lagan Sandera Alat Berat
Ibu-ibu saat menyendera alat berat. Foto: Edi.
ACEH SINGKIL - Puluhan ibu-ibu warga Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil menyandera alat berat (excavator) yang hendak menggali tanah mereka yang terkena proyek pelebaran jalan, Rabu (30/3).

Pantauan AJNN dilokasi, para ibu itu menyandera excavator dengan cara menduduki rodanya, sehingga operator yang hendak bekerja terpaksa menghentikan alat berat tersebut. Meski dihalau puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diterjunkan Pemerintah Aceh Singkil ke lokasi untuk pengamanan, namun hal itu tidak lantas membuat para ibu ibu itu gentar. Mereka tetap duduk di atas roda excavator tanpa menghiraukan halauan Satpol PP.

"Kami tidak mau turun apapun yang terjadi kami tak mau tanah kami di serobot," teriak seorang ibu dari atas roda excavator yang masih dalam keadaan hidup.

Tekad para ibu dan sejumlah warga lainya sudah bulat, mempertahankan tanah mereka sampai ada putusan dari pengadilan terhadap gugatan yang mereka ajukan. Apalagi mereka juga mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten(DPRK) setempat.

"Kami sudah bismillah, ini tanah kami, apapun akan kami lakukan untuk mempertahankan hak kami, tolong hargai proses hukum dan rekomendasi dari DPRK," seru Julimurdin warga lainya.

Dukungan dari DPRK yang dimaksud adalah rekomendasi yang dilahirkan dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara masyarakat, pemerintah dan DPRK, yang salah satu isinya meminta masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum dan sebaliknya pemerintah diminta menghentikan pekerjaan sampai ada keputusan pengadilan.

Komentar

Loading...