Unduh Aplikasi

IAIN Langsa tanpa Zawiyah Cot kala dinilai penghilangan sejarah

BANDA ACEH- Pencantuman Nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa tanpa menambalkan nama Zawiyah Cot Kala dinilai sebagai penghilangan nilai sejarah yang sangat memprihatinkan.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan (DPR) Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky.

“Ini sangat-sangat menyakitkan dari sisi sejarah. Sebelum status ditingkatkan menjadi IAIN ini, dulunya bernama STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa. Kenapa tiba- tiba nama yang sangat bersejarah ini tidak digunakan lagi,” kata Iskandar Usman, Selasa (2/12).

Diakuinya, seorang putera Peureulak di Aceh Timur, merasa sangat heran dengan upaya penghilangan sejarah Zawiyah Cot Kala. Baik itu secara sengaja atau tidak sengaja saat pengusulan oleh pihak rektorat setempat.

Ia pun menyatakan sikapa akan menelusuri masalah tersebut dengan bertemu pihak rektorat IAIN Langsa.

“Jika memang masalahnya di Kementerian Agama RI, saya akan ke sana untuk menyampaikan bahwa penambalan nama Zawiyah Cot Kala adalah urgen,” katanya.

Para pendiri STAI Zawiyah Cot Kala Langsa adalah sesepuh Aceh Timur sebelum Langsa dimekarkan menjadi Pemerintahan Kota. Perguruan tinggi Islam itu juga menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Timur Raya, yakni Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

“Coba buka kembali sejarah jangan asal comot saja. Zawiyah Cot Kala itu perguruan masyur saat kerajaan Peureulak dulu. Atas dasar itu pula para tokoh- tokoh Aceh Timur melabelkan Zawiyah Cot Kala di perguruan tinggi yang kini berlokasi di Beurandeh Langsa,” ungkap Iskandar geram.

Iskandar juga mengupas sedikit sejarah berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa didirikan pada tahun 1980 merupakan hasil keputusan Seminar Sejarah Islam di Rantau Pertamina Kuala Simpang, bahkan nama tersebut diambil dari sebuah nama lembaga pendidikan tinggi terbesar di Asia Tenggara yang tertua di Bayeun sekitar abad ke–4 H.

Proses berdirinya STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa disponsori oleh M. Hasan ZZ, BA (Kakandepag Aceh Timur saat itu), M. Amin Arifin (Almarhum), Azhar Zakaria (Ka. MAN pada saat itu, sekarang Dosen tetap pada STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa), H. Zainuddin Saman dan Idris Harahap yang merupakan realisasi hasil seminar dengan mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat.

Kemudian, adanya pusat ilmu Islam pertama, Zawiyah Cot Kala, yang didirikan oleh golongan ulama sunni yang berasal dari Yaman Syekh Abdullah Kan’an, atas bantuan dari Sultan keenam kerajaan Islam Peureulak, Makhdum Alaudin Malik Muhammad Amin Syah Johan, pada abad ke-10 Masehi.

Zawiyah Cot Kala adalah pusat kajian ilmu Islam pertama yang ada di Peureulak, yang banyak mengkaji tentang ilmu keislaman seperti, prinsip hidup, membina jaringan dengan cara bermusafir, dan kegiatan sosial yang menarik masyarakat Peureulak.

“Setelah berdirinya Zawiyah Cot Kala, katanya, maka terjadilah Islamisasi di Peureulak, yang kemudian dapat melahirkan murid-muridnya dalam menyebarkan Islam ke seluruh peloksok Nusantara, seperti Jawa," paparnya.

Menurut silsilah Sanad Zawiyah Cot Kala, beberapa diantara muridnya yang ditugaskan untuk menyebarkan Islam di Jawa adalah Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Bonang.

SP

Komentar

Loading...