Unduh Aplikasi

Hutang Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Dibayar, Pemkab akan Putuskan Kerjasama dengan Pelindo

Hutang Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Dibayar, Pemkab akan Putuskan Kerjasama dengan Pelindo
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana memutuskan kontrak kerjasama pengelolaan pelabuhan Jetty Meulaboh dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, Tarfin, mengatakan langkah tersebut rencananya diambil pemerintah Kabupaten setempat lantaran melihat perusahaan terkesan tidak memiliki itikad baik dalam penyelesaian hutang piutangnya.

"Pelindo itu rencananya akan kita putusakan saja kerjasamanya. Biarlah kita kelola sama kita saja, dari pada kita tidak dapat apa-apa," kata Tarfin, saat dihubungi AJNN, Jumat, (24/1).

Menurut Tarfin, perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu belum melunasi hutangnya sejak tiga tahun yakni dari tahun 2017 hingga 2019.

Namun meski belum melunasi hutang, kata dia, hingga saat ini PT Pelindo masih mengelola pelabuhan tersebut hingga. Bahkan jumlah hutang tidak tercatat penuh jumlahnya dari perusahaan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten setempat.

"Untuk hutangnya Rp 57 juta tahun 2017 saja, sedangkan untuk tahun 2018 dan 2019 tidak jelas berapa jumlahnya," ujarnya.

Dikatakan Tarfin, ia memperoleh informasi PT Pelindo untuk sekali sandar kapal biaya yang ditagih mencapai puluhan juta.

"Seperti informasi yang saya peroleh dari pihak PT Scofindo kemarin yang mengekspor CPO dari pelabuhan kita, itu katanya puluhan juta. Tapi untuk berapa besaran pastinya saya tidak tahu," ungkap dia.

Bahkan, Tarfin, mengaku ada sejumlah perusahaan yang mengeluh atas mahalnya biaya sandar yang diambil Pelindo kepada perusahaan di tempat itu.

"Saya rencana akan duduk dengan para stakeholder seperti ASDP dan Syahbandar untuk membahas masalah ini, Pelindo juga akan kita undang," sebutnya.

Komentar

Loading...