Unduh Aplikasi

Hutan dan Bencana Lingkungan, di Antara Janji dan Bukti

Hutan dan Bencana Lingkungan, di Antara Janji dan Bukti
Hutan Ulu Masen, Aceh. Foto: LifeMosaic

SEJAK lama daerah ini bermasalah dengan penanganan lingkungan hidup yang salah kaprah. Alhasil, banjir di Aceh seperti tak berhenti mendera, dari tahun ke tahun, di hampir seluruh daerah di Aceh.

Orang-orang dengan mudah menyalahkan hujan sebagai biang kerok bencana yang merugikan keuangan daerah dan keuangan Pemerintah Aceh triliunan rupiah ini. Orang-orang juga asyik membahas tentang kesiapsiagaan bencana lingkungan seolah-olah ini hal yang mudah dihadapi oleh masyarakat.

Penting untuk disadari bahwa sesiaga apapun, manusia sangat sulit menerima bencana. Membiarkan nyawa dan harta melayang di depan mata. Apalagi lagi bencana itu muncul karena ulah manusia. Buah perselingkuhan pejabat dan pengusaha yang mengeruk keuntungan dari pembukaan lahan di kawasan hutan Aceh.

Kejahatan lingkungan ini berdampak besar pada tatanan sosial masyarakat Aceh. Setiap tahun, ada saja alokasi anggaran daerah yang terpakai menangani banjir dan tanah longsor. Padahal, jika mau melihat lebih dalam ke hutan-hutan Aceh, kita akan segera memahami bahwa bencana itu muncul akibat rusaknya hutan. Bukan karena curah hujan deras.

Dalam debat kandidat di Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017 yang dilaksanakan oleh Komisi Independen Pemilihan, Kamis malam lalu. Hanya Zaini Abdullah, calon dengan nomor urut empat, yang memahami benar hal ini. Menurut dia, langkah utama untuk menghindarkan Aceh dari bencana lingkungan ini adalah dengan menjaga tutupan hutan Aceh.

Sepertinya, ini bukan sekadar janji. Karena selama menjabat, Zaini selalu mengeluarkan kebijakan yang pro lingkungan. Seperti melakukan moratorium penebangan hutan dan tambang. Kedua hal itu dihentikan untuk mendorong perbaikan tata kelola sumber daya alam Aceh. Ini adalah bukti.

Komitmen seorang kandidat terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting yang seharusnya menjadi dasar penilaian masyarakat sebelum menentukan pilihan pada Pilkada 2017.

Masyarakat juga harus memahami bahwa di antara para kandidat, ada yang pernah mengeluarkan izin pembukaan lahan di Kawasan Ekosistem Leuser kepada perusahaan sawit dari Medan, Sumatera Utara. Dan ini harus menjadi pertimbangan penting karena bukan tak mungkin, hal yang sama akan dilakukan kembali jika terpilih. Meski pada saat debat, ada janji manis yang terucap dari bibirnya

Jika ini yang terjadi, tentu Aceh tak akan pernah lepas dari kungkungan bencana lingkungan. Karena itu, tak salah jika Wahana Lingkungan Hidup Aceh menegaskan bahwa keberpihakan Walhi hanya kandidat yang memiliki komitmen terhadap lingkungan. Sepertinya, itu juga harus menjadi pertimbangan kita semua.

Komentar

Loading...