Unduh Aplikasi

Hukuman Mati di Jembatan Pangwa 

Hukuman Mati di Jembatan Pangwa 
Ilustrasi: dreamstime.

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Aceh bergerak cepat. Setelah menahan para tersangka korupsi pembangunan jalan Gelombang-Muara Situlen, penyidik Kejati Aceh bergerak mengarah ke Pidie Jaya tempat proyek Jembatan Pangwa, Trienggadeng, dibangun.

Penyidik Kejati Aceh dan Kejari Pidie Jaya menyita satu unit truk molen dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jembatan Pangwa, Tringgadeng, Pidie Jaya. Truk molen tersebut disita dari kantor PT Lhoknga Beton, di kawasan Aceh Besar. 

Truk ini digunakan pihak rekanan membawa material beton ready mix untuk pengecoran lantai jembatan Pangwa. Dari hasil perhitungan ahli konstruksi, mutu beton lantai jembatan tidak sesuai kontrak. Rekanan mengurangi mutu beton untuk pembangunan jembatan itu. 

Sebelumnya, tim kejaksaan menggeledah kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh dan kantor PT Zarnita Abadi, rekanan pembangun rekonstruksi jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, tahun anggaran 2017. Dari dua kantor itu, penyidik membawa sejumlah dokumen terkait pelaksanaan proyek tersebut. Termasuk dokumen pencairan pembayaran hingga 100 persen. 

Jembatan ini dibangun kembali setelah rusak akibat gempa bumi Pidie Jaya, Desember 2016. Karena itu, kejaksaan diminta untuk terus mengungkap aktor-aktor yang memainkan pembangunan jembatan ini. Ini adalah kejahatan serius dan perlu penanganan serius pula.

Para pelaku juga tidak memedulikan keselamatan masyarakat yang menjadi hukum tertinggi. Mereka dengan mudah mengubah material untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Maka, tak ada pilihan lain bagi jaksa selain mengancam mereka dengan hukuman mati. 

Kejaksaan juga tidak perlu ragu untuk menjerat para tersangka dengan ancaman hukum maksimal. Bahkan, melihat sifat pembangunan dan urgensinya, kejaksaan harus menjerat para pelaku dengan hukuman mati. Para tersangka dan pejabat yang berkelindan di dalam proyek ini seharusnya tidak bermain-main dengan uang bencana.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...