Unduh Aplikasi

Hukum Maksimal Bagi Pemerkosa

Hukum Maksimal Bagi Pemerkosa
Ilustrasi: klikmu

KASUS kekerasan seksual terhadap anak di Aceh harus jadi perhatian. Tidak hanya kepolisian, yang menindak para pelaku. Pemerintah Aceh harus pula memikirkan aturan yang lebih keras bagi pelaku dan menerapkannya dalam qanun. 

Para pelaku pun semakin berani. Kemarin, Kepolisian Resor Kota Banda Aceh mengungkapkan kejahatan tiga orang yang memperkosa anak-anak lelaki dan perempuan. Tindakan mereka juga cenderung sadis karena menggunakan parang untuk menakut-nakuti bahkan membekap korban dengan lakban. 

Kejahatan ini pun lama terungkap. Dan ini memang kerap terjadi karena budaya kita yang tertutup dan kerap menjadikan kasus pemerkosaan sebagai aib. Kita lebih suka melindungi para pelaku ketimbang memulihkan luka batin dan fisik yang dialami korban. 

Jika pemerkosaan melakukan ancaman tanpa senjata, maka hukuman yang dijatuhi kepada mereka adalah ketentuan zina. Jika pelaku pernah menikah, maka dia harus dirajam;  dikubur setengah badannya di tanah lalu dilempari batu kerikil tajam hingga mati. Mereka yang belum menikah akan dicambuk 100 kali dan diasingkan selam setahun.

Namun jika mereka melakukan hal itu dengan menggunakan senjata--dalam kasus terakhir, pelaku menggunakan sebilah parang untuk menakut-nakuti korban--maka hukuman mereka bisa lebih berat. 

Yakni mereka dibunuh, atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang, atau dibuang (keluar daerah). Melihat urgensi dan tingkat kemudaratan (kerusakan) akibat tindakan pemerkosaan, maka sudah sepantasnya Pemerintah Aceh meningkatkan jerat hukum bagi pemerkosa. 

Dalam surat al-Maidah ayat 33, Allah berfirman: "Sesungguhnya, hukuman terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, adalah mereka dibunuh atau disalib, dipotong tangan dan kaki mereka dengan bersilang, atau dibuang (keluar daerah). Yang demikian itu, (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar."

Komentar

Loading...