Unduh Aplikasi

Hukum di Tangan Semua

Hukum di Tangan Semua
ilustrasi.

AMARAH itu tak akan usai hingga sampai ke puncaknya. Inilah yang terjadi di Aceh Utara saat seorang tak dikenal mencoba membakar rumah TM (50), tersangka pelecehan seksual terhadap seorang santri perempuan di sebuah dayah di daerah itu.

TM adalah pemimpin dayah tersebut. Saat ini, dia diduga berada di Banda Aceh. Namun kepolisian harus segera menuntaskan kasus ini agar tak ada lagi amarah yang dapat mengancam keselamatan nyawa, tidak hanya TM, namun juga orang-orang dekat, yang tak terlibat dalam kejahatan ini.

Menyelesaikan kasus pelecehan seksual memang rumit. Apalagi menyangkut institusi “agama”. Namun ini hendaknya tak jadi alasan untuk menunda-nunda pengungkapannya. Di Aceh, hal-hal seperti ini, sama seperti korupsi, harus segera mendapatkan penanganan.

Agama dan simbol-simbolnya menjadi nilai penting di masyarakat Aceh. Karena itu, dapat dibayangkan kekecewaan dan kehilangan kepercayaan kepada pemimpin dan aparat penegak hukum saat kasus-kasus sejenis lamban ditangani. Kondisi ini akan mendorong masyarakat bersikap cuek terhadap perintah pemimpinya.

Tanpa penuntasan segera, kasus seperti ini juga akan menimbulkan apatisme di tengah-tengah masyarakat. Mereka menjadi jera saat berhadapan dengan urusan hukum dan kompleksnya urusan birokrasi.

Alih-alih menunggu proses berjalan, sebagian orang, entah yang menjadi kerabat terdekat korban, atau mereka yang senang memprovokasi, akan menjadikan hal ini sebagai alasan untuk main hakim sendiri. Mereka akan mencari rasa keadilannya sendiri.

Kondisi ini jelas berbahaya jika dibiarkan terus menerus. Tanpa keadilan, manusia akan saling menyakiti satu sama lain. Mereka yang tak suka terhadap tindakan ini akan mendapatkan lampu hijau untuk bertindak atas nama dendam. Entah kepada pelaku atau kepada orang-orang dekat yang tak terlibat dalam kejahatan itu.

Karena itu, polisi harus segera menyelesaikan hal ini. Di Banda Aceh, meski bukan kasus pelecehan seksual, hal ini seperti ini menjadi olok-olok panjang dan kerap menjadi bumerang saat pemerintah mencoba menegakkan aturan syariat Islam. Kita tentu berharap, hal serupa tak terjadi di daerah lain di Aceh.

Komentar

Loading...