Unduh Aplikasi

Hukum cambuk di Aceh tumpul ke atas.

BANDA ACEH- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indah Syariah Islam Sesungguhnya (G- ISIS) kembali mendesak Walikota Banda Aceh agar adil dalam menjalankan hukum Syariat Islam dengan menggelar aksi di Balai Kota Banda Aceh, Jum'at (31/10).

Dalam aksi tersebut mahasiswa mempertanyakan Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'addudin Djamal, mengapa ada perlakuan khusus terhadap pelaku mesum, H. Bakry dan Ajudan Walikota, yang pernah tertangkap tangan oleh polisi Syariat Islam sebagai pelaku khalwat dan hingga saat ini mereka belum juga di cambuk. Sementara pelaku mesum selain H. Bakry dan Ajudan Walikota Banda Aceh semua di hukum cambuk.


" Apakah hukum cambuk hanya berlaku terhadap masyarakat biasa yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Walikota,"pekik koordinator aksi Yusuf Sabri dalam orasinya. 


Massa juga  menyampaikan aspirasi mereka dengan membuat karikatur, berupa pocong setengah yang artinya hukum Syariat Islam di Aceh mati setengah, mati ke atas hidup kebawah.


"Kasus H. Bakri, agar harus sesegera mungkin dijerat dengan hukum cambuk. Kasus Bakri  tidak boleh didiamkan seperti ini, nanti kalau ada rakyat kecil yang melanggar akan dicambuk, sedangkan mereka pentinggi-petinggi tidak pernah dicambuk.

Kalau memang tidak dicambuk para petinggi, baiknya Syariat Islam di Aceh bubarkan saja," tutur Yusuf Sabri.

Menurutnya selama ini hukum  hanya berlaku untuk  rakyat kecil, sementara pejabat yang terbukti bersalah dibiarkan.

HENDRA KA


Komentar

Loading...