Unduh Aplikasi

Hotel Hermes Bangkit di Tengah PandemiĀ 

Hotel Hermes Bangkit di Tengah Pandemi 
Hermes Hotel. Foto: AJNN/Melii Saputri

BANDA ACEH - Masa pandemi sejak awal Maret lalu membuat banyak perhotelan tutup, salah satunya Hotel Hermes Palace, yang merupakan salah satu hotel bintang 5 yang ada di Aceh.

Hotel Hermes yang berada di Jalan T. Panglima Nyak Makan, Lambhuk, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, sempat tutup selama dua bulan akibat pandemi.

Dimana hotel itu mulai tutup sejak 6 April sampai 1 Juni. Walaupun sempat dibuka selama satu bulan ketika masukknya bulan Ramadan. Dimana hotel tersebut menyediakan tempat dan makanan untuk buka puasa bersama bagi masyarakat Aceh.

Namun, kebijakan itu hanya berlaku selama bulan puasa. Itupun hanya untuk buka puasa, tidak untuk tamu yang mau menginap. 

Biaya operasional yang tak mampu ditutupi juga membuat manajemen hotel terpaksa merumahkan para karyawan sekitar 140 orang.

Bahkan, sebelum mengambil kebijakan untuk menutup sementara, tamu yang menginap di hotel tersebut tidak sampai 10 kamar, tamu yang menginap hanya sampai lima kamar.

General Manager (GM) Hermes Palace Hotel, Budi Syaiful mengatakan meskipun sempat merumahkan para karyawan, namun pihaknya tetap memberikan hak-hak para karyawan itu. 

“Kami pernah buka pada bulan Ramadan, itu pun hanya untuk berbuka puasa saja di restoran, setelah itu kami tutup kembali,” kata Budi Syaiful kepada AJNN, Sabtu (30/10) malam.

Budi mengaku hotel tersebut baru dibuka kembali pada 1 Juni 2020. Tapi untuk karyawan tidak semuanya dipekerjakan, awal-awal dibuka, karyawan yang bekerja 10 orang setiap departemen.

"Awal-awal dibuka kami pekerjaan karyawan 10 orang setiap departemen,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Budi, pihaknya melihat jumlah peningkatan tamu yang menginap. Setelah meningkat, kemudian akan ada penambahan karyawan yang bekerja.

“Awal buka kami melihat trend tamu, di bulan Juni trend tamu meningkat 20 persen, dari 163 kamar yang ada,” ujarnya.

Memasuki Juli, karena ada peningkatan tamu, jumlah karyawan yang bekerja kembali ditambah. Dimana tamu yang menginap di bulan Juli meningkat menjadi 30 persen. Sehingga masuk Agustus, September dan Oktober, seluruh pekerja yang berjumlah 140 orang sudah bekerja normal kembali.

“Bulan lalu, tamu mencapai 42 persen. Kami juga didukung oleh dinas pariwisata dan mereka juga sering memantau,” kata Budi. 

“Ketika pertama dibuka, kami belum berani menerima sewa untuk buat kegiatan, tapi akhirnya kami menerima juga asal tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambah Budi.

Hingga kini, kata Budi, kondisi hotel belum stabil, namun sudah mengalami peningkatan sejak Juli hingga saat ini. Dimana tamu yang menginap sudah mengalami peningkatan.

“Untuk menuju stabil itu sekitar 60-70 persen. Selama ini tamu yang menginap bervariasi, kalau tamu dari luar wajib ada surat rapid test,” ungkapnya.

Kata Budi, untuk harga hotel selama masa pandemi turun, kalau biasanya harga paling kecil 1,2 juta, menjadi 790 ribu selama November ini. 

“Harapan kami bisnis hotel berjalan dengan lancar dan pandemi semoga cepat hilang. Kemudian kami berharap bantuan dari pemerintah. Misalnya pajak, BPJS, serta air,” ujarnya.

|MELLI SAPUTRI

Komentar

Loading...