Unduh Aplikasi

HMI Desak Polisi Berantas Mafia BBM Bersubsidi dan Agen Elpiji Nakal

HMI Desak Polisi Berantas Mafia BBM Bersubsidi dan Agen Elpiji Nakal
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara menyikapi Kelangkaan BBM jenis solar dan bensin di sejumlah SPBU Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Pihaknya sangat menyayangkan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi tersebut karena merugikan masyarakat.

Ketua Umum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, M Atar mengatakan, pihaknya juga menanggapi penyataan Unit Maneger Comunication dan CRS Pertamina MOR I M. Roby Hervindo yang menyebutkan kuota BBM di Aceh melebihi yang ditetapkan BPH Migas.

“Anehnya di lapangan terjadi kelangkaan, khususnya di SPBU di Kawasan Lhokseumawe – Aceh Utara dalam sepekan terakhir. Kami mensinyalir lemahnya pengawasan pertamina sehingga BBM bersubsidi langka di SPBU dan melimpah di pengecer,” katanya, Sabtu (12/10).

HMI mendesak Pertamina agar menindak SPBU yang nakal, sehingga BBM subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat miskin dengan harga yang telah ditentukan. Berdasarkan pengamatan mereka di lapangan, penjualan BBM bersubsidi dilakukan pada malam hari, diatas jam 12 malam.

“Indikasi ini bahwa ada mafia BBM di kawasan Lhokseumawe – Aceh Utara. Dalam kasus kelangkaan elpiji 3 Kg sangat memberatkan masyarakat desa, selain harus mengantri panjang, masyarakat juga harus membeli elpiji 3 Kg di atas harga normal di lapak enceran. Ini bukan baru kali ini terjadi, sepanjang tahun 2019 HMI mencatat hampir setiap bulan kelangkaan elpiji 3 Kg terjadi, meskipun tidak serentak di semua wilayah Lhokseumawe Aceh Utara,” ungkapnya.

Sambungnya, bahkan ada masyarakat gampong yang harus membeli elpiji 3 Kg dengan harga Rp 35 ribu, jauh dari harga normal yang ditetapkan di pangkalan.

Dari itu HMI mendesak pemerintah untuk turun langsung ke masyarakat melihat kondisi, mengawasi SPBU dan pangkalan gas, sehingga ke depan kelangkaan BBM dan gas elpiji 3 Kg tidak terjadi lagi di Lhokseumawe Aceh Utara.

“Kami juga mendesak aparat hukum memberantas mafia BBM bersubsidi dan agen elpiji 3 Kg yang tidak patuh dengan ketentuan perundang – undangan,” pungkasnya.

Komentar

Loading...