Unduh Aplikasi

Hizbut Tahrir lakukan aksi simpatik

BANDA ACEH - Sekitar dua ratusan mahasiswa yang tergabung dalam perhimpunan mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), melakukan aksi prihatin terhadap sistem demokrasi Indonesia saat ini dengan cost (biaya-red) politik yang mahal.


Pantauan AJNN, aksi tersebut dilakukan dengan melakukan konvoi jalan kaki dari masjid Jamik Unsyiah sampai ke simpang Jambo Tapee dengan mengarak spanduk yang bertuliskan protes terhadap sistem demokrasi Indonesia, Jumat (17/10), di Banda Aceh. Aksi tersebut dipusatkan di 3 titik yaitu simpang Mesra, masjid Lamprit dan simpang Jambo Tapee.


Ketua Lajena Khusus Mahasiswa Hisbul Tahrir Indonesia (HTI) Aceh, Akmal Setiawan Jodi Saputra dalam orasinya, menilai Indonesia sekarang telah terjebak dengan praktik demokrasi liberal, yang menjadikan sistem pemerintahan carut-marut.


“Keberadaan demokrasi hanya menghasilkan politik berbiaya mahal, sehingga akibatnya melahirkan korupsi yang merajalela dalam pemerintahan,” kata Akmal dalam orasinya.


Selain itu, ia massa juga menyinggung pelaksaan syariat Islam di Aceh, yang kerap berbenturan dengan Peraturan Pemerintah Pusat, sehinga peraturan yang lahir di daerah hanya sebatas peraturan saja tanpa implementasi yang jelas.


“Syariat Islam di Aceh itu hanya sebatas Perda (Qanun-red) saja, ketika berbenturan dengan peraturan di atas-nya menjadi tidak berjalan, maka idealnya Indonesia mesti melakukan syariat Islam pada keseluruhan. Tidak hanya melakukan politik ekonomi liberal kapitalis,” pungkasnya.



HENDRA KA


Komentar

Loading...