Unduh Aplikasi

Hermansyah: jangan cari kekuasaan dengan ayat “Siluman”

ACEH BARAT DAYA – Kisruh antar dua fraksi di lembaga DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) dalam membentuk alat kelengkapan dewan membuat mantan anggota DPRK Abdya periode 2009 – 2014 anggkat bicara.

Hermansyah kepada AJNN melalui telepon selulernya Minggu (14/12) menyebutkan proses pembentukan alat kelengkapan DPRK Abdya sebaiknya  jangan mengunakan Undang-Undang ataupun ayat-ayat “siluman” yang nantinya akan berimbas pada rakyat.

“Jangan hanya kepentingan mobil baru kepentingan masyarakat di abaikan. Apalagi pengesahan Anggaran 2015 sudah di depan mata, jangan sempat terjadi lagi pengesahan anggaran melalui sidang rakyat,” kata mantan anggota DPRK Abdya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Menurut dia, Untuk menjaga kepentingan rakyat kedepan, anggota dewan baru itu baik dari fraksi Partai Aceh ataupun dari fraksi Partai Gabungan Nasional jangan hanya kisruh. Karena nantinya kan berdampak pada masyarakat Abdya.

“Kalau mereka terus menerus kisruh nantinya berdampak pada pengesahaan anggaran. Eksekutif lambat mengajukan anggaran APBK untuk disahkan” kata dia

Kepada wakil-wakil rakyat yang baru dilantik tersebut, hermansyah menyarankan, berhubung kedua fraksi tersebut memiliki anggota yang berimbang, sebaiknya alat kelengkapan DPRK dibagi adil, yaitu Badan Kehormatan dan Badan Legislasi untuk Fraksi Partai Aceh dan dua alat kelengkapan lainnya untuk Fraksi Gabungan Nasional.

“Jika Fraksi Partai Aceh terus memaksa kehendak, nantinya proses pembentukan alat kelengkapan dewan Abdya cacat hukum. Dari pada cacat hukum, lebih baik sekarang berbaik-baik saja,” kata Herman sambil menyerankan agar nantinya dua fraksi tersebut meminta kepada Biro Hukum Provinsi Aceh untuk memperbaiki kembali berdasarkan enteren yang ada.

SUPRIAN

Komentar

Loading...