Unduh Aplikasi

Hentikan Belajar Tatap Muka, Guru SMA di Aceh Jaya Bakal Diturunkan ke Desa-desa

Hentikan Belajar Tatap Muka, Guru SMA di Aceh Jaya Bakal Diturunkan ke Desa-desa
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Rahadian.

ACEH JAYA - Pasca ditetapkannya Kabupaten Aceh Jaya menjadi salah satu daerah yang berada di zona merah resiko Covid-19, kini proses belajar mengajar tatap muka resmi dihentikan di Aceh Jaya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Rahadian mengatakan pemberhentian pelaksanaan PBM secara tatap muka di setiap sekolah merupakan langkah yang paling tepat, selain memang sudah ada dasar hukum yang melarang pelaksanaan PBM tatap muka bagi wilayah yang berada di zona orange dan zona merah Covid-19.

"Setelah mengikuti rapat tertutup bersama pihak Forkopimda kemarin kami sepakat pelaksanaan PBM tatap muka dihentikan untuk sementara waktu. Dan sudah resmi kita tiadakan sejak Jum'at 11 September lalu," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Rahadian yang ditemui AJNN di kantornya.

Dirinya juga menjelaskan, saat ini ada dua metode yang diterapkan setelah PBM tatap muka ditutup untuk sekolah SMA dan SMK. Metode pembelajaran pada zona merah Covid-19 di Aceh Jaya saat ini selain dilakukan secara daring juga dilakukan secara sistem modul.

Sistem modul ini dilakukan supaya semua siswa dapat pembelajaran yang maksimal dari guru. Pasalnya, setelah mengevaluasi tahap awal pemberlakuan motede daring, banyak siswa dan orang tua mengeluh dan dinilai kurang efektif untuk wilayah Aceh Jaya.

"Di awal memang ada kekakuan, baru pertama dicetuskan. Pemahamannya juga masih simpang siur, belum lagi ada beberapa daerah di Aceh Jaya yang belu terjangkau dari jaringn internet,"

Selain itu, kurangnya fasilitas HP Android bagi siswa kurang mampu, terbatasnya paket Internet juga menjadi salah satu kendala.

Oleh sebab itu, kali ini selain metode pembelajaran secara Daring, pihaknya juga akan melakukan sistem modul.

Pembelajaran sistem modul dengan cara mengantarkan langsung modulnya atau soal-soalnya kepada pihak desa dan pihak desa meneruskan ke setiap orang tua siswa, secara tidak langsung masyarakat akan ikut terlibat dalam metode ini.

Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan sistem pembelajaran terkonsentrasi di desa, dengan cara guru akan diturunkan ke desa-desa jika ada siswanya 2 atau 3 orang.

"Upaya ini akan kita coba lakukan, supaya setiap siswa ini benar-benar mendapatkan pelajaran yang maksimal dan merata, sehingga jika ada kekurangan dari metode secara daring akan tertutupi dengan sistem ini," tuturnya.

Namun demikian, pihaknya juga sudah mengusulkan paket internet telkomsel untuk memenuhi kebutuhan para siswa pada yang akan mengikuti pembelajaran secara daring ke depan.

"Saat ini, ada 22 satuan pendidikan yang terdiri dari 14 SMA, 7 SMK dan 1 SLBN, jadi kedepan kita juga sudah mengusulkan paket internetnya untuk setiap siswa sekolah SMA dan SMK," tutur Rahadian.

"Namun walaupun pembeljaran dari rumah sudah kita terapkan, guru akan tetap di sekolah. Belajar dari rumah kontrol dari sekolah," pungkasnya.

Komentar

Loading...