Unduh Aplikasi

Hendra Budian Minta Polda Telusuri Akun yang Dinilai Lecehkan Suku Gayo

Hendra Budian Minta Polda Telusuri Akun yang Dinilai Lecehkan Suku Gayo
Hendra Budian. Foto: Ist

BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendra Budian meminta Polda Aceh untuk menulusuri pemilik akun facebook Panglima Pidie yang dinilai sudah melecehkan suku gayo, apalagi memasang foto Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Kepolisian harus menelusuri ini, jangan melihat ini masalah sepele, karena khawatirnya bisa memicu konflik SARA di Aceh, ini bukan sekali dua kali, sudah sering di medsos yang menyerang dan mendeskreditkan Gayo secara kesukuan dan pak Nova secara personal," kata Hendra Budian, Jumat (3/4).

Baca: Dinilai Lecehkan Suku Gayo, Mahasiswa Laporkan Akun Facebook Panglima Pidie ke Polisi

Hendra melihat, persoalan ini dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dengan berupaya mendeskreditkan personal Plt Gubernur Aceh dan juga Gayo sebagai salah satu suku yang ada di Aceh.

"Itu tindakan tidak terpuji dan memang tidak patut diikuti oleh generasi-genarasi Aceh kedepan," ujarnya.

Baca: Akun Facebook Panglima Pidie Resmi Dilaporkan ke Mapolres Aceh Tengah

Kata Hendra, langkah kepolisian untuk menulusuri masalah ini penting agar dapat meminimalisir konflik SARA di Aceh. Meskipun Aceh memang daerah bekas konflik, tetapi yang perlu digaris bawahi belum pernah konflik itu bernuansa SARA.

"Karena dasarnya bisa, unsur pidananya ada, pertama UU ITE, kedua unsur yang harus di kedepan kan oleh kepolisian adalah untuk meminimalisir konflik SARA di Aceh," ucapnya.

Hendra berharap, kepolisian dapat mengambil tindakan agar hal ini tidak terulang kedepan. Kalau persoalan ini dibiarkan, maka dikhawatirkan bisa memicu kepada hal-hal yang tidak baik.

"Jadi kepada kepolisian yang terhormat pak Kapolda Aceh, kita mendukung kerja-kerja kepolisian, dan besar harapan kami agar postingan itu bisa ditelusuri, setidak-tidaknya memberikan pelajaran bagi kita semua untuk tidak memancing konflik SARA di Aceh," tutur politikus asal tanah Gayo itu.

Dalam kesempatan ini, Hendra juga meminta kepada masyarakat baik itu di Bener Meriah, Aceh Tengah dan warga Gayo secara keseluruhan jangan merespon persoalan ini secara berlebihan.

"Kami meminta masyarakat Benar Meriah, Aceh Tengah dan Gayo untuk tidak merespon ini secara berlebihan," tutur Hendra.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banda Aceh dan Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA), melaporkan akun facebook a.n Panglima Pidie ke Mapolda Aceh terkait isu SARA, pada Jumat (3/4) siang.

Laporan ini didasari postingan status akun facebook tersebut, dengan memperlihatkan gambar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dengan dibubuhi tulisan "Gayo Anjing Gayo". Tindakan ini mencederai perasaan dan martabat suku Gayo merasa dilecehkan.

"Saat kami melapor ke polda tadi setelah siang, laporan kami ditolak lantaran pihak polda mengatakan tidak cukup alat bukti. Sementara screenshot status yang diunggah sudah kami jadikan sebagai alat bukti bahwa akun tersebut telah melecehkan Suku Gayo," kata Ketua IPPEMATA, Sutris, kepada AJNN, Jumat (3/4) .

Pihaknya merasa heran terkait tindakan Polda Aceh menolak laporan mengenai isu SARA yang dianggap sangat bahaya ini. Kendati status itu sudah dihapus oleh pemilik akun, tentu itu tidak mengurangi rasa luka yang sudah dibuat, atas unggahan tak beradap tersebut. 


 

Komentar

Loading...