Unduh Aplikasi

Heboh Stiker Subsidi

Heboh Stiker Subsidi
Ilustrasi: GPS Tracker

LANGKAH Pemerintah Aceh menempelkan stiker di kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi bahan bakar minyak mungkin tidak populer. Namun pemerintah tak perlu mengejar popularitas untuk menjalankan aturan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pemasangan stiker untuk mengingatkan masyarakat mampu agar tidak lagi menggunakan bahan bakar bersubsisi, yakni premium dan solar. Untuk mereka, pemerintah menyediakan bahan bakar pertalite dan dexlite yang harganya lebih mahal karena tidak sepenuhnya disubsidi.

Pemandangan sebuah kendaraan suv mengantre untuk mendapatkan premium adalah pemandangan lumrah di Aceh. Bahkan si pengendara seperti tak peduli dengan fakta bahwa tangki kendaraan yang dikendarai seharusnya diisi dengan pertalite.

Aturan ini juga berlaku bagi pemilik kendaraan low cost green car(LCGC) alias mobil murah. Dalam aturan, kendaraan jenis ini seharusnya mengisi bahan bakar minimal research octane number (RON) 92, atau setara Pertamax.

Aturan tentang penggunaan minimal BBM RON 92 untuk kendaraan seperti ayla atau datsun go, juga tertulis dalam Peraturan Direktur Jendral Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Nomor 25/IUBTT/PER/7/2013 tentang Petunjuk Teknis PPKB.

Tak heran jika di balik tutup tangki bahan bakar kendaraan LCGC, tertulis saran untuk menggunakan BBM RON 92. Semua model LCGC dirancang untuk menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi daripada premium dan pertalite.

Aturan-aturan itu hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan dengan lebih baik lagi. Penggunaan bahan bakar beroktan rendah hanya akan mendorong polusi udara lebih besar.

Menggunakan BBM nonsubsidi juga menunjukkan komitmen meningkatkan pendapatan daerah. Karena sebagian uang yang dikumpulkan oleh PT Pertamina akan dikembalikan ke daerah.

Komentar

Loading...