Unduh Aplikasi

Hasil Validasi Rumah Rusak akibat Gempa di Pijay Belum Tepat Sasaran

Hasil Validasi Rumah Rusak akibat Gempa di Pijay Belum Tepat Sasaran
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Hasil validasi rumah rusak akibat diguncang gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu dinilai masih tidak tepat sasaran. Namun masyarakat diminta untuk menyanggah hasil validasi tersebut.

"Apa juga diturunkan tim ini tim itu, tetapi hasil validasinya blunder juga," kata salah seorang warga Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, sambil meminta namanya tidak dipublis, Kamis (19/1).

Sumber tersebut menambahkan, lebih kurang tiga bulan tim valisitator memvalidasi rumah yang rusak diguncang akhir tahun 2016 itu. Namun hasil validasinya lebih parah dari hasil verifikasi sebelumnya.

"Lebih parah hasil validasi ini daripada hasil verifikasi yang dulu. Sebenarnya apa yang dikerjakan tim validasi ini, apakah masih ada intervensi dari pihak lain," sebut sumber tersebut penuh tanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M Nasir yang dikonfirmasi AJNN terkait masalah tersebut mengatakan, masyarakat masih dapat menyanggah hasil validasi tersebut hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

"Hasil validasi itu masih bisa disanggah sampai besok (Jumat 20 Januari 2018)," katanya.

Dikatakannya, jika tidak ada sanggahan dari masyarakat terkait hasil validasi tersebut, maka data tersebut akan di SK kan dan segera dilanjutkan ke rehab rekon.

M Nasir juga meminta kepada masyarakat Pidie Jaya berani untuk menyanggah hasil validasi tersebut. Sebab kemanapun dilapor kalau bukan ke tim validasi, data itu tidak akan berubah.

"Silahkan disanggah hasil validasi tersebut. Jangan hanya membantah di facebook ataupun mengadu kepada wartawan, itu tidak ada artinya. Karena yang bisa merubah data tersebut adalah tim validasi," imbuh M Nasir.

Dijelaskan M Nasir, rumah yang rusak pasca gempa tersebut terbagi dua katagori, yaitu rusak berat dan rusak sedang. Untuk rusak berat mendapat bantuan Rp 85 juta, sedangkan rusak sedang Rp 20 juta.

"Katagori rusak ada dua, rusak sedang dan rusak berat. Rusak sedang itu yang rusak dari 30 hingga 69 persen, rusak berat dari 70 hingga 100 persen. Sedangkan yang rusak dibawah 30 persen itu katagori rusak ringan yang tidak mendapat bantuan rehab," jelas mantan Kadis Perhubungan Pidie Jaya itu.

Komentar

Loading...