Unduh Aplikasi

Hasil Rapid Test: Satu Pasien PDP di Subulussalam Positif Corona

Hasil Rapid Test: Satu Pasien PDP di Subulussalam Positif Corona
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam disimpulkan positif  Covid-19,berdasarkan hasil rapid test yang telah dilakukan.

"Untuk pasien PDP kita periksa dari rapid test. Hasil pemeriksaan rapid test  dua orang negatif, satu positif," kata Juru Bicara Satgas Tim Gerak Cepat RSUD Subulussalam, dr Diana Dewi kepada wartawan, Jumat (3/4).

Namun, Diana menegaskan bahwa yang disimpulkan positif dan negatif itu diagnosanya belum bisa dipastikan 100 persen positif maupun negatif. Karena hasil rapid test itu belum sepenuhnya akurat.

"Keakuratan dari pemeriksaan rapid test itu, ada yang bilang 20 sampai 25 persen tidak akurat," ujarnya.

"Bisa hasilnya positif palsu, bisa hasilnya negatif palsu. Jadi tidak bisa untuk menegakkan diagnosa bahwa seseorang itu memang positif atau negatif Covid, tidak bisa," tegasnya.

Diana menyampaikan, untuk hasil diagnosa yang bisa memastikan seseorang itu positif atau negatif, hanya dengan pemeriksaan swab yang dikirimkan RSUD Zainal Abidin Banda Aceh ke Balitbang Kemenkes RI.

"Untuk pemeriksaan swab itu pun harus dikirim ke Jakarta dan hasilnya boleh dikatakan pasien itu positif atau negatif, bukan rapid test," tutur Diana.

Kemudian, untuk satu pasien positif dari hasil rapid test ini akan segera dirujuk ke RSUD Zainal Abidin. Sementara dua PDP negatif rapid test sudah diizinkan pulang.

Diana juga menuturkan, pasien yang positif memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Setelah 14 hari kembali ke Aceh yang bersangkutan mempunyai gejala demam dan diare.

"Gejalanya memang lebih berat mengarah ke Covid-19. Makanya sudah kita rawat selama empat hari di rumah sakit," tutup Diana.

Untuk diketahui, dikutip dari aladokter.com, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Komentar

Loading...