Unduh Aplikasi

Hasil Rapid Test, Kakak Beradik di Sabang Reaktif

Hasil Rapid Test, Kakak Beradik di Sabang Reaktif
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, Titik Yuniarti. Foto: AJNN/Windi Wahyudi

SABANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, Titik Yuniarti mengungkapkan dua kakak beradik reaktif setelah dilakukan rapid test.

Titik Yuniarti menyebutkan kalau hasil reaktif rapid test bukan disebut positif. Dimana rapid test hanya screening awal, bukan untuk mendiagnosa apakah Covid-19 atau bukan.

"Tetapi screening awal yang menyatakan disini kalau dia (kakak beradik) reaktif, bisa jadi terpapar virus covid, bisa juga terpapar virus lain yang menyerupai itu, bukan berarti  positif covid," kata Titik Yuniarti, Rabu (24 /6). 

Dijelaskan Titik, dari hasil tracking pasien, sang kakak awalnya merupakan pasien yang telah dirawat lima hari di Puskesmas Sukajaya, Kota Sabang, dengan gejala demam, kemudian sempat dirujuk ke RSUD Kota Sabang. 

“Saat dirujuk, orang tua membawa serta sang bayi yang juga belakangan diketahui memiliki gejala sakit yang sama dengan sang kakak, setelah ditangani oleh dokter, rapid test juga dilakukan kepada sang bayi, dan ternyata hasilnya reaktif, " ungkapnya.

Kemudian, kata Lilik, dilakukan rapid test kepada sang kakak, hasilnya sama juga reaktif.

"Tapi ingat ini hanya reaktif bukan positif, ini adalah screening awal," tegas Titik. 

“Ini baru hasil rapid test gejalanya sama, dan berkemungkinan juga adalah penyakit lain, jadi jangan dulu berspekulasi, tanyakan kepada yang berkompeten atau ahli," ujarnya. 

Kedua pasien itu beserta tiga orang tenaga medis di RSUD Kota Sabang sudah dilakukan swab tenggorokan. Selanjutnya swab tersebut sudah dibawa ke Banda Aceh untuk diuji di Balitbangkes Aceh.

"Kedua pasien masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Kota Sabang, sambil menunggu hasil swab di Balitbangkes Aceh," jelasnya. 

Komentar

Loading...